Proyek Sekolah Tanpa Plank Nama

Sombong Along itu! Proyek Jangan Diganggu Pengerjaan Cuma 2 Bulan

Sahdan
Sombong Along itu! Proyek Jangan Diganggu Pengerjaan Cuma 2 Bulan

Duri (katakabar) - Proyek rehab total ruang kelas SMPN 3 yang berada di Jalan Gaya Baru, Kelurahan Duri Timur Kecamatan Mandau, SDN 28 kelas jauh di Jalan Rangau kilometer 16, Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan serta SDN 22 di Jalan Gajah Mada kilometer 13, Kelurahan Titian Antoi Kecamatan Pinggir sudah mulai dikerjakanan oleh rekanan Pemkab Bengkalis.

Tiga proyek fisik sekolah beda jenjang pendidikan di Tiga wilayah Kecamatan masuk ke dalam Kabupaten Bengkalis dikerjakan tanpa plank nama.

Dari informasi yang beredar di lapangan diduga warga keturunan Tionghoa, Along nama indonesianya Henri pemenang lelang dan mengerjakan Tiga paket proyek tersebut.

Kepala Dusun Lubuk Linong Desa Petani salah satu inisiator lahir dan berdirinya SDN 28 kelas jauh yang terletak di Jalan Lintas Rangau kilometer 16, Desa Petani menyayangkan sikap kontraktor Pemda Bengkalis, Along.

"Sombong sekali Along itu Pak. Saat di telepon dan kita mau ketemu untuk menjalin silaturahmi. Kita terkesan di larang jangan ganggu proyek alasannya pengerjaannya cuma 2 Bulan", cerita Kepala Dusun Lubuk Linong, Desa Petani, Karshandi kepada katakabar.com di ujung selulernya Minggu pagi tadi.

Proyek pembangunan fisik sekolah SDN 28 kelas jauh sudah mulai dikerjakan Along. Tapi, proyek tersebut tak ada plank nama, gimana masyarakat turut dan ikut serta mengawasi pengerjaannya seperti yang diamanatkan peraturan dan perundang undangan.

Sementara, Pemerintah dan Dinas Terkait serta rekanan yang mengerjakan proyek tidak transparan kepada masyarakat.

Padahal selama ini sering terdengar oknum oknum pejabat baik Pusat dan Daerah berkoar koar dan mengimbau warga dan masyarakat umumnya ikut terlibat mengawasi biar hasilnya pengerjaan proyek berkualitas dan taham lama sehinga dapag digunakan dalam jangka waktu lama sesuai standar bangunan baru.

Nah, kalau kontraktornya saja begitu sombong saat di telepon sebagai wargab aparatur Pemdes setempat ya jelas tersinggung. 

Gimana dengan warga saya seandainya yang telepon kontraktor. Bisa jadi, warga saya di caci maki dan dilecehkan oleh kontraktor warga keturunan Tionghoa tersebut.

Kita berharap kepada Pemerintah lewat Dinas Terkait memberi pelatihan dan arahan kepada rekanan khusus warga Tinghoa bagaiman bisa menghargai dan menghormati masyarakat yang bakal menggunakan hasil dari proyek infrastruktur yang digelontorkan dan direalisasikan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis, pintanya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :