Oalah, Proyek Belum Dikerjakan di "Negeri Junjungan" Sudah Penghujung 2018

Sahdan
Oalah, Proyek Belum Dikerjakan di "Negeri Junjungan" Sudah Penghujung 2018

Duri (katakabar) - Ragam proyek infrastruktur yang dibiayai dari anggaran pendapatan belanja daerah seperti, pengaspalan, fisik bangunan serta proyek lainnya belum dikerjakan di "Negeri Junjungan" nama lain dari Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Padahal, Tahun 2018 tinggal menghitung hari dari sekarang tersisa tinggal 53 hari lagi Tahun 2019 menghampiri. 

Sementara, waktu pengerjaan proyek infrastruktur ada yang 90 hari kalender dan ada pula 60 hari kalender.

Hal itu tentu saja menimbulkan berbagai pertanyaan dan spekulasi di ranah publik, jika proyek - proyek infrastruktur tetap dikerjakan para rekanan yang memenangkan tender di ULP Kabupaten Bengkalis.

Lantas, bagaimana nantinya mutu, kualitas dan kuantitas proyek yang dikerjakan tergesa gesa untuk mencapai target biar duit cair diakhir Tahun 2018.

"Jalan Arjuna yang berada di kawasan Kelurahan Air Jamban, Mandau informasinya bakal di bangun 2018 ini, kok pengerjaan proyek belum dimulai", kata seorang warga Jalan  Sejahtera, Kelurahan Air Jamban, Yasir kepada katakabar.com di suatu perbincangan.

Warga yang berada di sekitar kawasan Arjuna sudah mulai was was pembangunan Jalan Arjuna yang kondisinya rusak berat tidak jadi dilaksanakan. 

Hal itu mengingat, Tahun 2018 sudah berada di penghujung tinggal 53 hari lagi hitung maju dari sekarang.

Belum ada pengerjaan proyek proyek infrastruktur yang tender biayanya dari APBD Kabupaten Bengkalis di Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan.

"Hingga kini, sejumlah proyek lelang meliputi, peningkatan jalan base c dan hotmix jalan Sakobotik, Mekar Tani dan Meranti belum mulai dikerjakan", ujar Sekdes Boncah Mahang, Refi Sugiardi singkat kepada sejumlah awak media lokal kemarin.

Pengamatan katakabar.com di daerah Duri, Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan pada pekan pertama November 2018, sejumlah jalan lingkungan ke hunian masyarakat sudah ada yang dikerjakan rekanan Pemkab Bengkalis.

Persoalannya, rekanan yang mengerjakan proyek pengaspalan jalan ke pemukiman masyarakat seperti, jalan Rokan bawah, Rokan Jaya, Cempaka, Jalan Masjid serta proyek pengaspalan lainnya boleh jadi siluman lantaran orangnya abu abu.

Pasalnya, plank nama proyek tak terlihat di lokasi proyek pengaspalan hingga pengerjaanya beres. 

Secara kasat mata mutu, kualitas dan kuantitas proyek pengaspalan dipertanyakan.

Lihat, aspal yang dihampar oknum rekanan sejumlah proyek pengaspalan tadi dinilai tipis diragukan ketahanannya begitu di lindas ragam kenderaan.

Hal ini yang membuat 
masyarakat rada kecewa, transparansi dan keterbukaan informasi publik yang belum. Lantas, gimana masyarakat mau mengawasi proses pengerjaan proyek, 

Masyarakat cuma bisa berharap transparansi dan keterbukaan informasi publik terkait pelaksnaan proyek proyek infrastruktur ke depan.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :