Nelangsa di Jalan Poros Utama Pakantan

Nyanyian Dari Lereng Gunung Kulabu

Sahdan
Nyanyian Dari Lereng Gunung Kulabu

Pakantan (katakabar) - Kecamatan Pakantan terletak di lereng Gunung Kulabu persis di hulu sungai Batang Gadis masuk ke dalam Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Untuk menjangkau wilayah Kecamatan Pakantan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Pasaman Timur, Provinsi Sumatera Barat satu satunya mewati jalan poros.

Panjang Jalan poros utama yang harus dilalui Dua Belas Kilometer dengan lebar kurang lebih Lima Meter meliuk liuk dari persimpangan Jalur Lintas Barat Sumatera yang berada di Kecamatan Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal.

Jika Jalan poros utama rusak atau tertimbun tanah longsor seperti kejadian pada Kamis (8/11) kemarin. Kecamatan Pakantan bakal terisolir,  masyarakat umumnya profesi petani sawah dan kebun pasti sulit dan tak bisa keluar masuk dari dan ke Kecamatan Pakantan.

Perekonomian masyarakat bakal terancam sebab, hasil pertanian dan perkebunan seperti, padi, kopi, kayu manis serta lainnya tidak bisa di jual. 

Kalau pun hasil pertanian dan perkebunan masyarakat tadi bisa di jual, harganya sangat murah karena pembeli berdalih Jalan poros utama rusak dan tertimbun longsor.

Dampak lain dari putusnya Jalan poros utama ke Kecamatan Pakantan membuat nelangsa masyarakat desa di hulu sungai Batang Gadis. 

Putra putri Pakantan yang bersekolah ke luar daerah seperti, sekolah di Pompes dan SMA sederajat mestinya pulang sekali seminggu menjemput kebutuhan sehari hari terpaksa mengurut dada. 

Untuk menjemput kebutuhan sehari hari biayanya sangat besar sehingga berat di ongkos. Masalahnya, sarana transportasi bisa di hitung jari dan terjadwal pula ke daerah lereng Gunung Kulabu.

"Daerah Pakantan sejak dulu, jauh sebelum mekar menjadi Kecamatan sudah terisolir. Setelah belasan Tahun lamanya berstatus Kecamatan, Pakantan tetap saja terisolir", kata Irwan kesal.

Bukan mau melupakan dan bukan tidak bersyukur, Pemerintah pernah memperbaiki Jalan poros utama tapi semau gue. Pengaspalan hotmix Jalan poros yang dilaksanakan hanya di titik tertentu.

Begitu dengan perbaikan jembatan, pembangunan jembatan di duga asal jadi kini kondisi jembatan sudah mulai rusak.

Andai Pemerintah dari dulu memperhatikan pembangunan struktur dan infrastruktur. Kondisi Kecamatan Pakantan tidak memprihatinkan seperti sekarang ini masih minim struktur dan infrastruktur.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :