Wisata Sampah Ala "Kota Minyak" Duri

Asa Metamorfosis di Jalan Jenderal Sudirman Duri

Sahdan
Asa Metamorfosis di Jalan Jenderal Sudirman Duri

Duri (katakabar) - Cahaya Pagi tersenyum simpul perlahan naik dari sebelah Timur langit "Kota Minyak" nama lain dari Duri sentral dari Empat Kecamatan, Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Tualang Muandau di penghujung pekan ke Empat November 2018. 

Jam Arloji Tangan baru menunjuk pukul 06.30 WIB, ruas jalur Dua Jalan Jenderal Sudirman satu dari Dua Jalan Protokol yang ada di daerah "mutiara hitam" sebutan baru Duri letaknya strategis persis di Jalur Lintas Utara Sumatera.

Aktivitas penduduk yang majemuk dan heterogen dari latar ragam profesi baru dimulai. Para orang mengantar anak anak ke sekolah diantaranya ada yang langsung berangkat kerja meski kebanyakan kembali pulang ke rumah, bersih bersih dulu baru melanjutkan aktivitas berikutnya.

Jalan Protokol, jalur Dua Jalan Jenderal Sudirman terbentang dari pertigaan Pokok Jengkol dan pertigaan Garoga panjangnya kurang lebih Tiga kilometer punya tempat berputar arah kenderaan (Uturn) berkisar 14 titik cukup padat lalu lalang ragam kenderaan.

Dari pengamatan katakabar.com pekan ke Empat November 2018, ruas jalur Dua Jalan Jenderal Sudirman masih seperti dulu, zamannya Bupati Bengkalis, Drs Syamsurizal MM.

Masa itu sudah hampir sepuluh Tahun lamanya berlalu, belum ada perubahan yang signifikan. Bang Syam akrab di sapa yang memulai menanamkan pondasi pembangunan telah pergi digantikan Herlian Saleh sama saja, kini putra Menggalo, Amril Mukminin jadi Bupati Bengkalis pun berwacana mau membenahi jalur Dua Jalan Jenderal Sudirman tapi belum terealisasi.

Seiring itu, entah sudah berapa orang Camat gonta ganti datang dan pergi tapi ruas jalur Dua Jalan Jenderal Sudirman Duri tetap seperti dulu.

Lihat, jalur Dua jalan Jenderal Sudirman persis di kawasan pasar tradisional Duri dari uturn depan masjid Jami' hingga uturn dekat simpang jalan Jawa berkisar 80 meter dari pertigaan Pokok Jengkol tetap kotor dan jorok.

Pasalnya, Pulau Jalan kata lain dari Median Jalan menjadi tempat buang sampah di titik dan lokasi tertentu, ragam sampah rumah tangga seperti, alat kontrasepsi, pembalut wanita, sisa makanan serta sampah lainnya menumpuk dan berserakan hingga meluber ke badan aspal jalan.

Lepas hujan, tumpukan ragam sampah yang basah mengeluarkan bau busuk menyengat hingga menusuk hidung sangat mengganggu pengguna jalan terutama warga yang berjalan kaki dan mengenderai sepeda motor kebetulan melintas di kawasan "wisata sampah ala Kota Duri".

Lalat pun menari dan berdansa cha...cha...cha...di tumpukan sampah menikmati sarapan pagi, makang siang dan makan malam gratis.

Sekedar anda tahu, sampah yang menumpuk paling menonjol kawasan uturn dekat simpang jalan Jawa dan simpang jalan Pelita 2. Sampah yang menumpuk di Dua titik ini tak hanya bau busuk tapi membuat rumput gajah dan bunga layu bahkan tanaman mati berganti tanah kuning membuat gersang Pulau Jalan.

Itu bisa terlihat, setelah petugas kebersihan UPT Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Mandau mengangkut ragam sampah yang menumpuk.

Setelah sampah di angkut, Pulau Jalan yang sempat bersih tidak berlangsung lama. Sampah kembali menumpuk dan menimbun Pulau Jalan lantaran orang orang membuang sampah lagi di titik dan lokasi yang sama di Pulau Jalan ruas Jenderal Sudirman Duri.

Membuang sampah di Pulau Jalan sudah menjadi tradisi bagi oknum oknum warga tak secara langsung menginginkan dan mewujudkan destinasi "Wisata Sampah ala Kota Minyak".

Mereka tak peduli dan merasa tidak berdosa membuang sampah bukan pada tempatnya walau mereka tahu mengotori dan merusak lingkungan sekitar. 

Papan nama tentang, larangan buang sampah berdiri kokoh tertancap di tengah Pulau Jalan pada titik dan lokasi berbeda tak digubris.

Anda boleh jadi geleng geleng kepala kebetulan melintas di jalan Jenderal Sudirman melihat tumpukan sampah di Pulau Jalan mestinya terjaga kebersihan dan kelestariannnya.

Pemerintah dan Dinas Terkait Kalah Telak

Andai membuang sampah sebuah lomba bak permainan cabang olahraga sepak bola, Pemerintah dan Dinas Terkait sudah bertahun lamanya kalah telak tidak mampu membendung tradisi buang sampah di Pulau Jalan.

Pemerintah setempat dan Dinas Terkait sebenarnya sudah berusaha mengambil langkah langkah biar Pulau Jalan bersih dan bebas dari ragam sampah.

Teranyar, program Kamis bersih ala Camat Mandau, Riki Rihardi baru menjabat menggebrak biar terjadi metamorfosis di kawasan ruas Jalur Dua Jalan Jenderal Sudirman Duri.

Sayang, program tersebut belum begitu mujarab menjaga Pulau Jalan Jenderal Sudirman biar tidak menjadi tempat buang ragam sampah.

Camat Mandau layak di beri apresiasi dengan program kamis bersih tapi belum mendapat respon positif dari oknum oknum warga yang telah terbiasa buang sampah di Pulau Jalan.

Duri punya cerita, anda penasaran dengan destinasi "Wisata Sampah Ala Kota Duri" datanglah berkunjung karena cukup bagus untuk lokasi berpose bersama kelurga. Bersambung...

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :