Peringati 16 HAKTP 2018, Belasan Komunitas Gelar 6 Kegiatan Edukatif

Yuswanto
Peringati 16 HAKTP 2018, Belasan Komunitas Gelar 6 Kegiatan Edukatif

Pekanbaru (katakabar) - Berbagai komunitas di Pekanbaru tergabung dalam Koalisi Anti-Diskriminasi Riau menggelar serangkaian acara peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 2018.

Kegiatan diawali dengan diskusi publik dan nonton bareng film berjudul “In The Time of Butterflies” bersama mahasiswa se-Pekanbaru, Kamis (29/11/2018) di Warung Six Panam, Pekanbaru. Film ini merupakan dokumenter bagaimana awal mula adanya peringatan 16 HAKTP. 


Setelah Nobar dilanjutkan dengan kegiatan diskusi publik besok, 1 Desember 2018 di aula Bawaslu Riau. Tema yang diusung adalah "Hapuskan Segala Bentuk Kekerasan Struktural, Wujudkan Pemilu Anti-Diskriminatif".


"Diskusi besok akan dihadiri sekitar 100 orang peserta yang terdiri dari wakil sejumlah lembaga pemerintah dan komunitas di Pekanbaru. Narasumbernya komisioner KPU Riau, Bawaslu dan aktivis difabel Riau. Setidaknya ada 6 kegiatan yang kita lanksanakan hingga 9 Desember mendatang," kata Ketua Panitia, Herlia Santi.
"Momen 16 HAKTP ini kita manfaatkan untuk mensosialisasikan dan menyebarkan informasi anti kekerasan dan anti diskriminasi. Dengan peringatan ini setidaknya kampanye penghapusan kekerasan terhadap perempuan dapat lebih disebarluaskan," ungkap Herlia.


Dijelaskannya, momen penyelenggaraan Pemilu juga menjadi perhatian. "Kita ingin agenda-agenda besar tersebut terlaksana dengan nilai-nilai yang sesuai harapan kita, yakni tanpa diskriminasi dan ada penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia atau hak-hak publik umumnya,” terang perempuan aktivis ini.


Selanjutnya, kembali ada nonton bareng dan diskusi pada tanggal 6 Desember 2018. Kali ini sasarannya adalah kelompok ibu-ibu. Film yang diputar adalah “Angka Jadi Suara”. 


"Satu kegiatan lainnya adalah diskusi publik bertema "Politik dan Hak-hak Publik". Setiap kegiatan diiringi dengan agenda-agenda ringan seperti hiburan akustik. Agenda ini direncanakan digelar tanggal 8 Desember 2018.

 Puncak kegiatan adalah kampanye dan sosialisasi antiekerasan di arena Car Free Day Pekanbaru, pada Ahad, 9 Desember 2018. Kampanye tersebut diisi dengan aneka kegiatan seni dan tentu saja aktivitas olahraga," tambah sekretaris panitia Liany.
“Harapan kami, perempuan semakin berani untuk berbicara mengatakan tidak kepada kekerasan, bersuara dan memahami hak dan kewajiban. Outputnya, kami ingin Indonesia damai,” tandas Herlia.
Rangkaian kegiatan 16 HAKTP 2018 seluruhnya digagas dan dilakukan secara kolaboratif oleh 18 lembaga sosial masyarakat yang peduli terhadap isu anti kekerasan dan anti diskriminasi terhadap kelompok marginal di Riau yang terhimpun dalam KASAI Koalisi Anti Diskriminasi Riau. 

Ada beberapa momen penting di rentang waktu 16 hari di bulan November hingga Desember tersebut yang diperingati. Diantaranya Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, Hari HAM, Hari Penghapusan Perbudakan, Hari Penyandang Cacat Disabilitas, Hari Sukarelawan dan Hari AIDS Internasional. 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :