Asa Metamorfosis di Jalan Jenderal Sudirman Duri

Setali Tiga Uang, PKL dan Lapak Parkir Bikin Semrawut Jantung Kota

Sahdan
Setali Tiga Uang, PKL dan Lapak Parkir Bikin Semrawut Jantung Kota

Duri (katakabar) - Jalur Dua Jalan Jenderal Sudirman persis di kawasan pasar tradisional dari uturn dekat pertigaan Jalan Pelita 2 hingga uturn depan masjid Jami' Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis menyempit.

Penyempitan Jalan Protokol disebabkan pedagang kaki lima dan parkir yang memanfaatkan badan Jalan mengais peruntungan. 

Kondisi itu sudah berlangsung belasan Tahun lamanya. Pemerintah telah melakukan berbagai usaha seperti, penertiban PKL dan lapak parkir bahkan telah membangun gedung parkir di kawasan Jalan Alhamrah dan pasar moderen Sultan Syarif Kasim di kawasan simpang Garoga sebagai solusi tapi belum berhasil membersihkan PKL dan Parkir di kawasan kurang lebih seratusan meter.

Sejumlah kalangan menilai usaha Pemerintah dan Dinas Terkait melaksanakan pembersihan masih bersifat setengah hati.

Wajar, bila ada yang menganggap Pemerintah dan Dinas Terkait kalah dengan PKL dan Parkir yang memanfaatkan badan Jalan.

Pantauan katakabar.com di lapangan dari penghujunh November 2018 sampai pekan pertama Desember 2018, pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar dan badan Jalan Jenderal Sudirman, kawasan pasar tradisional begitu nyaman.

Begitu dengan juru parkir yang memanfaatkan badan jalan jadi lahan parkir cukup enjoi mengajak dan mengarahkan warga yang mau berbelanja menggunakan kenderaan agar memakirkan kenderaannya di badan jalan persis depan lapak lapak pedagang.

Bak kata, "Setali Tiga Uang" antara PKL dan Parkir bersama sama membuat semrawut jantung kota, pusat keramaian daerah Duri. 

Maaf, mereka tak peduli meski berjualan di trotoar dan badan jalan serta menjadikan badan jalan lapak parkir telah mengganggu ketertiban umum seperti, terjadi antrean dan macet panjang kenderaan saat jam sibuk dan saat padatnya arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Sementara, Pemerintah setempat dan perpanjangan Tangan dari Dinas Terkait terkesan kurang serius membenahinya sehingga kondisi jantung kota mestinya tertata dengan apik jadi semrawut.

Timbul pertanyaan, kapan Jalan Jenderal Sudirman di kawasan pasar tradisional bersih dari lapak lapak pedagang dan parkir.

Siapa yang mampu menata dan menertibkan kawasan perekonomian biar bagus.

Sebagai masyarakat biasa dan awam hanya bisa optimis kepada Pemerintah dan Dinas Terkait bakal mampu menata sentral perekonomian semestinya.

Soal pedagang kaki lima dan parkir yang memanfaatkan trotoar dan badan Jalan Jenderal Sudirman Duri. Pasar moderen Sultan Syarif Kasim sebagai solusi asal bangunan yang telah menghabiskan duit rakyat segera difungsikan berdasarkan tujuan awal pembangunan pasar moderen.

Nah, terkait parkir di badan Jalan Jenderal Sudirman di kawasan pasar tradisional. Solusinya, gedung parkir sudah di bangun di Jalan Alhamrah beberapa Tahun silam mesti difungsikan karena biaya pembangunan gedung tak sedikit duitnya dari APBD Kabupaten Bengkalis.

Guna mengatasi macet dan antrean kenderaan ke kawasan Jalan Jenderal Sudirman persis di kawasan pasar tradisional Mandau Duri, dengan mengerahkan petugas baju abu abu putih setiap hari dari pagi hingga menjelang siang bagus, itu hanya bersifat sementara.

Alangkah elok, Pemerintah dan Dinas Terkait melakukan penertiban sekaligus pembenahan dan penataan ulang terhadap kawasan tersebut. Itu sesungguhnya yang diinginkan sebagian besar masyarakat daerah "mutiara hitam". 

Di pundak Pemda Kabupaten Bengkalis khususnya Dinas Terkait asa metamorfosis Jalan Jenderal Sudirman, kawasan pasar tradisional Mandau diletakkan masyarakat, semoga terwujud.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :