Reses, Politisi PAN Blusukan Masuk Kampung Keluar Kampung

Sahdan
Reses, Politisi PAN Blusukan Masuk Kampung Keluar Kampung

Bathin Solapan (katakabar) - Masa reses adalah masa di mana anggota DPR melakukan kegiatan di luar masa sidang, terutama di luar gedung DPR seperti, melakukan kunjungan kerja, baik yang dilakukan anggota secara perseorangan maupun secara berkelompok. 

Setiap wakil rakyat DPRD Kabupaten atau Kota termasuk wakil rakyat Kabupaten Bengkalis punya kewajiban terhadap reses. Tapi, masih banyak yang belum mengetahui khusus masyarakat awam tentang seluk beluk reses. Banyak pula masyarakat mengira, reses cuma sebatas mengumpulkan orang dan dihadiri anggota dewan, kata anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Rianto kepada katakabar.com Rabu (20/12) sore.

Kata Politisi Partai berlambang Matahari Biru dapil 5 Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Bathin Solapan, berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang, Pemerintahan Daerah, Pasal 161 huruf i, j, k dijelaskan anggota DPRD mempunyai beberapa kewajiban.

Kewajiban yang di maksud meliputi, menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen lewat kunjungan kerja secara berkala, menampung dan menindaklanjuti aspirasi serta pengaduan masyarakat serta memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihannya. 

"Aplikasi dari kewajiban di lapangan, anggota DPRD dalam bentuk reses dengan cara mengunjungi masyarakat di daerah pemilihan masing - masing". 

Kegiatan reses merupakan sebuah forum pertemuan pada dapil masing - masing antara masyarakat dengan anggota DPRD. Saling beriteraksi lewat dialog, masyarakat sampaikan aspirasi dan anggota DPRD serap aspirasi, menampung dan menindaklanjuti berdasarkan peraturan dan perundang undangan yang berlaku.

Berangkat dari situ, mantan Kepala Desa Petani saat ini anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis melaksanakan reses ke Empat Tahun 2018.

Dalam reses tersebut, Rianto pernah menjabat Ketua Komisi III DPRD Kahupaten Bengkalis blusukan masuk kampung keluar kampung menemui masyarakat dan konstituennya di daerah pemilihannya di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Pada Sabtu 15 Desember 2018 lalu, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Rianti melaksanakan reses di Desa Sebangar persisnya di kawasan simpang puncak, Jalan Lintas Duri - Dumai kilometer 18 Kulim. 

Pada Sabtu Malam harinya, reses dilanjutkan di Desa Boncah Mahang masih di kawasan simpang puncak kilometer 2 dalam. Sebelumnya reses yang sama telah dilaksanakan di Desa Petani tepat di kawasan simpang Lima pada Jumat 14 Desember 2018 dan Desa Boncah Mahang kawasan Jalan Sakobotik kilometer 16 pada 13 Desember 2018 lalu, katanya.

Selama reses dilaksanakan di Desa dan perkampungan yang berbeda, masyarakat sangat antusias bahkan tokoh masyarakat dan pemuda seperti, Ketua RT dan Rw serta Kepala Desa Petani, Rasikun hadir mengikuti reses ke Empat Tahun 2018 di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan. 

Selama pelaksanaan reses ke Empat Tahun 2018 masuk kampung keluar kampung, paling menonjol keluhan dan aspirasi masyarakat terkait administrasi kependudukan berupa, kartu keluarga, e-KTP dan akta kelahiran.

Masyarakat dianjurkan mengurus administrasi penduduk baru tapi warga banyak alami kesulitan bahkan belum mendapat KK, e-KTP dan akta kelahiran tersebut. Masyarakat berharap kepengurasan administrasi kependudukan dan penerbitannya cepat.

Masih Rianto, keluhan dan aspirasi dari masyarakat infratruktur Jalan lingkungan, Listrik serta lainnya. Salah seorang warga, Mujiono umur 45 Tahun bertanya tentang, kegunaan dan manfaat dari APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2019 fokusnya di bidang apa. 

Pada reses tersebut dijelaskan, APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2019 mendatang fokus pada projek strategis seperti, Islamic Center di Kecamatan Bathin Solapan, Projek rigid atau beton Jalan Gajah Mada poros utama ke Kecamatan Talang Muandau serta projek lanjutan Jalan Lingkar Barat Duri. 

Masyarakat juga mengeluhkan masalah kesehatan tentang pelayanan RSUD Mandau. Seorang warga, Misyati umur 40 Tahun, warga Desa Boncah Mahang meminta kepada sejumlah dewan termasuk saya agar pelayanan RSUD Mandau ditingkatkan. Aspirasi dan keluhan dari masyarakat selama pelaksanaan reses ke Empat Tahun 2018 bakal di buat dokumen untuk disampaikan kepada Dinas Terkait dan dalam rapat Komisi baik secara Fraksi dan Pimpinan Lembaga sebab dewan fungsinya, penganggaran, pembuat undang undang dan pengawasan. Harapannya, kepada masyarakat lebih pro aktif dalam meyampaikan aspirasi kepada dewan lewat pemerintah setempat karena tanpa adanya keluhan dan aspirasi, dewan tidak tahu apa apa saja keinginan yang dikeluhkan oleh masyarakat.

Bangun kebersamaan dan jaga kekompakan serta terus giatkan dan galakkan budaya gotong royong di tengah masyarakat karena dengan bersatu keinginan dan aspirasi dapat di raih buat kepentingan bersama.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :