Pesawat Terpanjang Dunia Buatan HAV Akan Terbang Awal 2020

Pesawat Terpanjang Dunia Buatan HAV Akan Terbang Awal 2020

LONDON (katakabar) - Model baru pesawat terpanjang dunia yang merupakan pengembangan dari Airlander 10 akan diproduksi dan terbang kembali. Hybrid Air Vehicles (HAV), perusahaan berbasis di Bedford, Inggris, yang menciptakan Airlander 10, telah mendapatkan izin Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Inggris. Mereka berharap model baru pesawat terpanjang dunia akan terbang pada awal 2020.

“Fokus kita ingin menghadirkan produksi standar seperti Airlander 10 yang pernah melayani penumpang,” kata CEO HAV Stephen McGlennan dilansir Channel News Asia.


“Pesawat itu merupakan hybrid sehingga kita akan mengembangkan lebih baik. Kita tidak akan menerbangkan pesawat model lama,” katanya.

Airlander 10 telah menjalani uji terbang selama enam kali dan terakhir berakhir dengan kecelakaan. HAV menekankan mereka tidak akan memproduksi ulang pesawat tersebut, tapi mereka akan mengembangkannya dengan model baru. “Kita sudah mengerjakan proyek itu selama delapan tahun. Kita sudah mengidentifikasi mitra dan pemasok,” kata McGlennan.

“Kita sudah menyiapkan desain dengan detail untuk membuat perbedaan antara prototipe dan produk. Kita juga sudah menyiapkan sertifikasi produk,” ujarnya.

Pertanyaan selanjutnya, akankah Airlander terbang lagi? “Kita mencari banyak Airlander untuk terbang lagi dan akan dikirim ke banyak pelanggan dan digunakan di seluruh dunia,” kata McGlennan.

HAV yang didirikan pada 2007 mengungkapkan mereka siap meluncurkan produk pesawat baru. Desain pesawat itu juga sudah disepakati Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA). Mereka menyatakan butuh waktu lebih dari setahun menyiapkan audit dari CAA. Namun, Pusat Teknologi Airlander menyatakan siap diaudit dalam waktu enam bulan.

Airlander dijual seharga USD41 juta dengan panjang 302 kaki atau 92 meter. Itu lebih panjang dibandingkan dengan pesawat terbesar di dunia, yakni Airbus A380 yang memiliki panjang 73 meter. Airlander 10 memiliki 10 lantai yang mengizinkan penumpang bisa melihat ke bawah saat terbang. Pesawat itu memiliki interior mewah yang menjamin kepuasan dan kenyamanan penumpang.

Pada dasarnya, Airlander 10 sebenarnya hanya balon helium yang terbang. Bentuk yang besar untuk menekan stabilitas helium di dalam pesawat itu. Banyak pihak menganggap pesawat itu hanya mainan namun tetap dianggap sebagai pesawat. Produsen pesawat mengklaim pesawat tersebut menggunakan teknologi hybrid.

Pesawat itu terbang lebih rendah dibandingkan pesawat konvensional. Airlander 10 juga tidak bisa terbang secepat pesawat konvensional. Pesawat itu hanya terbang 91 mil per jam (150 km per jam) dibandingkan dengan A380 dengan kecepatan 560 mil per jam. Daya angkut pesawat itu mencapai 10.000.

Menariknya, Airlander 10 bisa terbang selama lima hari tanpa mengisi bahan bakar. Proses produksi pesawat tersebut berlangsung beberapa tahun. Pesawat diproduksi oleh Hybrid Air Vehicles dan berencana memproduksi 12 pesawat. 

Awalnya pesawat tersebut dikembangkan dari pesawat pengintai untuk militer AS. Namun, pesawat itu dikembangkan dengan empat mesin penggerak untuk kepentingan sipil.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :