Harga Minyak Tergelincir, Namun Prospek Masih Positif

Harga Minyak Tergelincir, Namun Prospek Masih Positif

SINGAPURA (katakabar) - Harga minyak mentah tergelincir pada perdagangan awal pekan ini, setelah naik sekitar 3% di perdagangan sebelumnya. Kendati demikian, sejumlah pihak meyakini harga minyak akan stabil didukung oleh ekspektasi pengetatan pasokan dan tanda-tanda meredanya ketegangan China-AS. 

Futures West Texas Intermediate AS pada perdagangan hari ini berada di USD55,06 per barel, turun USD20 sen, atau 0,36% dari penutupan terakhirnya. WTI tercatat menguat 2,73% di sesi terakhir di level penutupan terkuat sejak 19 November.

Sementara minyak mentah berjangka internasional Brent hari ini turun USD24 sen ke USD62,51 per barel, setelah ditutup naik 3,14% pada sesi sebelumnya di level tertinggi sejak 21 November.

"Harga minyak mentah telah melonjak lebih tinggi karena masalah sisi pasokan baru-baru ini bergabung dengan meredakan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah," kata ANZ Bank dalam sebuah catatan penelitian, seperti dikutip Reuters, Senin (4/2/2019).

Perusahaan-perusahaan energi AS minggu lalu memangkas jumlah rig minyak yang beroperasi ke level terendah dalam delapan bulan karena beberapa pengebor menindaklanjuti rencana untuk mengurangi pengeluaran untuk sumur-sumur baru tahun ini.

Di tempat lain, tekanan pada produsen minyak Venezuela yang dilanda krisis terus meningkat ketika sanksi AS mulai menekan. Sanksi tersebut akan secara tajam membatasi transaksi minyak antara Venezuela dan negara-negara lain dan mirip dengan yang dikenakan pada Iran tahun lalu.

Sementara itu, pasokan minyak dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak turun pada Januari dengan jumlah terbesar dalam dua tahun meskipun terjadi penurunan produksi yang lamban dari Rusia, menurut survei Reuters.

Produksi minyak Rusia turun menjadi 11,38 juta barel per hari pada Januari, atau sekitar 35.000 barel per hari dari tingkat Oktober 2018.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pengurangan keseluruhan negara itu akan mencapai 50.000 bph pada Januari dari Oktober. Rusia berjanji untuk mengurangi produksi minyak sebesar 230.000 barel per hari mulai Oktober

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :