Meluas, Alat Berat Dikerahkan Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Rupat, Bengkalis

Meluas, Alat Berat Dikerahkan Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Rupat, Bengkalis

BENGKALIS (katakabar) - Sepekan kebakaran lahan gambut di Desa Parkir Kebumen, Kecamatan Rulat, Kabupaten Bengkalis terus meluas. Hingga di laporkan Ahad (3/2/19) kemarin, luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 65 hektar. 

Upaya pemadaman dilakukan petugas oleh petugas dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Bengkalis, Masyarakat Peduli Api dan dibantu perusahaan masih sedang berlangsung.  

Pengendalian kebakaran lahan juga dengan mengerahkan alat berat berupa excavator untuk membuat alur pembatas rambatan api.  

"Alat berat juga sudah dikerahkan untuk menghalang laju api. Malam tadi juga diguyur hujan, mudah-mudahan apinya padam," ungkap Kepala Dinas Damkar, Djamaluddin, melalui Kepala Bidang Pengendalian Operasional, Sarana Prasarana dan Penyelamatan Pemadam Kebakaran, Donni Sartika, S. Psi, M. Si Senin (4/2/19) dinihari. 

Ditambahkan Donni, Tim Damkar yang diterjunkan ke lokasi kebakaran regu empat, Danru Zulkarnain, dan Regu 1 Danru Khairullufi.  

Ada beberapa kendala yang dialami petugas dalam melakukan pemadaman api. Satu diantaranya terkait sumber air yang cukup jauh dari lokasi lahan terbakar. 

 "Lahan yang terbakar memang didominasi oleh semak belukar, sementara lahan tanaman atau perkebunan tidak banyak. Karena sudah kita lakukan pemblokingan dahulu, sebelum pemadaman, sehingga tidak begitu merusak lahan masyarakat," tambahnya. 

Mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di lahan masing-masing. Apalagi dalam kondisi cuaca yang cukup panas saat ini. 

"Selain itu juga kita minta masyarakat, memperhatikan lahan sekitarnya. Jika menemukan sumber api segera di laporkan, dan langsung melakukan pemadaman. Jangan menunggu api membesar baru di laporkan," imbaunya. 

Kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Bantan Sari, Kecamatan Bantan dan di Desa Batang Duku, Kecamatan Bukitbatu, yang terjadi beberapa hari lalu dan diklaim sudah berhasil dijinakkan agar tidak meluas.*

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :