Wow...BNNP Riau Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan International

Sahdan
Wow...BNNP Riau Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan International

Riau (katakabar) - Badan Narkotika Narkotika Nasional Provinsi Riau mengungkap kasus peredaran gelap Narkotika jaringan international, Malaysia via Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia pada Kamis (31/1) sekitar pukul 15.00 WIB, penghujung Bulan Januari 2019 lalu.

Belasan kilogram sabu-sabu dan juga belasan ribu pil ekstasi berhasil diamankan sebelum sempat beredar di tengah masyarakat.

Demikian dikatakan Plt Kepala BNNP Riau, AKBP Haldun kepada sejumalah awak media  Dumai pada Minggu kemarin.

"Benar, kita BNNP Riau sudah mengamankan seorang warga Bengkalis yang bertempat tinggal di Kecamatan Mandau dan 2 orang warga Provinsi Kalimantan Selatan. Penangkapan ke Tiga orang dilakukan pada Kamis (31/1) sekitar pukul 15.00 WIB di dua tempat berbeda".  

Pria warga Mandau yang diamankan berinisial SO alias Abi warga Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, DR warga Kecamatan Banjarmasin Kota Banjarmasin Kabupaten Kalimantan Selatan dan FA warga Kecamatan Banjar Baru Kota Banjarmasin Kabupaten Kalimantan Selatan.

Penangkapan terhadap DR dan FA di Pelataran Hotel Grand Suka Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Sementara, SO alias Abi ditangkap di kediaman di Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. 

"Dari tangan para pelaku ditemukan total berat sabu-sabu seberat 13 kilogram dan 17 ribu butir pil ekstasi berwarna cokelat", kata AKBP Haldun.

Tiga orang di duga pelaku penyalahgunaan narkotika sudah diamankan di kantor BNNP Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan juga penyidikan. 

Barang bukti yang diamankan oleh BNP tersebut merupakan hasil dari penyelidikan dan pengintaian yang sudah dilakukan oleh anggota beberapa waktu yang lalu.

"Selain menyita belasan kilogram sabu serta belasan ribu pil ektasi,  kami juga menyita sebuah 1 unit mobil Daihatsu Xenia warna merah maron dengan Nopol BM 1925 G". 

Kepada Tiga orang di duga pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 2 jo 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang - undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman maksimal hukuman penjara dan ancaman hukuman mati", sebutnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :