Nelangsa, Duri Tersandera Wacana Daerah Otonom Baru

Sahdan
Nelangsa, Duri Tersandera Wacana Daerah Otonom Baru

Duri (katakabar) - Proyek mangkrak dan terlantar tak bertuan tak berpenghuni di daerah yang berada di Jalur Lintas Utara Sumatera, Duri, Kabupaten Bengkalis jumlahnya lumayan banyak.

Bangunan yang sudah menghabiskan duit APBD Kabupaten Bengkalis notabene berasal dari duit rakyat lewat ragam pajak yang di setorkan ke Pemerintah lewat Dinas Terkait adalah buah tangan dan hasil karya Pemkab Bengkalis masa lalu.

Bangun rancang bukan rancang bangun, itulah kalimat yang pas dialamatkan kepada bangunan yang terbengkalai dan terlantar yang menyebar di sudut wilayah Duri meliputi Empat Kecamtan, Mandau, Pinggir, Bathin Solapan dan Talang Muandau.

Dari penelusuran katakabar.com di pertengahan Februari 2019, bangunan kantor lurah Titian Antui, Kecamatan Pinggir persis di Jalan Gajah Mada kilometer 3,5. Terminal AKAP di Jalan Pipa Air Bersih tepat di simpang Lima, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan.

Bhabinkabtimas yang terletak persis simpang Tiga Jalan Lingkar Barat, Jalan Belading, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan. 

Bangunan rumah adat di kawasan Jalan Stadion kondisinya sudah rusak berat lantaran tidak digunakan dibiarkan tan berpenghuni. Bangunan stadion dan arena balap terbengkalai terletak di alamat yang sama di kawasan Kelurahan Air Jamban sudah menghabiskan duit rakyat hingga saat ini belum dilanjutkan pembangunannya

Celakanya lagi, mega proyek Jalan Lingkar Timur yang sudah mengeruk duit APBD nilainya ratusan miliar rupiah hingga saat ini mangkrak.

Kondisi bangunan yang mangkrak dan terlantar di wilayah Duri meliputi Empat Kecamatan, Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Kecamatan Talang Muandau cukup memprihatinkan dan mengkhawatirkan.

Menurut warga Duri, Kecamatan Mandau, Dodi Akbar, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mesti melakukan pendataan atas aset aset Pemerintah yang terbengkalai dan terlantar.

Setelah itu, Pemerintah mencari solusi bangunan yang mangkrak dan terlantar.  Bangunan yang terbengkalai dan terlantar mau diapakan. 

Apakah bangunan terbengkalai dilanjutkan pembangunannya dan bangunan terlantar difungsikan berdasarkan perencanaan awal pembangunan. Itu terserah Pemkab Bengkalis.

Harapannya, Pemerintah sudah saatnya mengeksekusi bangunan mangkrak dan terlantar biar bisa digunakan dan bermanfaat buat masyarakat.

Masyarakat awam yang melihat bangunan yang terbengkalai dan terlantar cuma bisa mengurut dada. Mereka tidak dapat berbuat banyak,  apalah daya sebagai orang awam hanya bisa berdoa sembari berasa kepada Pemerintah melanjutkan pembangunan dan memfungsikan bangunan berdasarkan tujuan awal perencanaan hingga dilaksanakan pembangunannya.

Andai Duri menjadi daerah otonom baru (DOB), bangunan mangkrak dan terlantar bisa jadi sudah dilanjutkan pembangunan dan digunakan berdasarkan peruntukannya.

Tapi, Duri yang kaya dengan sumber daya alam. Orang bilang di perut bumi minyak dan di atas bumi minyak tersandera pemekaran daerah otonom baru menjadi daerah seperti tak bertuan.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :