Desa Tua, Balai Pungut, Kecamatan Pinggir

Impian Empat Tahun Silam, Jembatan Perekat Dua Kabupaten di Riau

Sahdan
Impian Empat Tahun Silam, Jembatan Perekat Dua Kabupaten di Riau

Duri (katakabar) - Pria itu berperawakan sedang dan sederhana, salah seorang tokoh muda masyarakat Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

Adalah Khalifah Atosmen hampir setiap petang menjelang senja berdiri ditepian sungai Balai Pungut persis dekat Tugu yang ditancapkan perusahaan raksasa bidang perminyakan pada 1942 lampau.

Ia tampak sumringah, perjuangan yang dilakoninya selama Empat Tahun belakangan tak kenal lelah sudah mulai menemui titik terang.

Pergi dan pulang, mondar mandir di lobi gedung perkantoran yang megah untuk meyakinkan pemangku kepentingan di bumi Lancang Kuning, Ia lakukan demi asa jembatan penghubung sungai Balai Pungut sebagai perekat Dua Kabupaten, Bengkalis dan Siak.

Perjuangan Atosmen patut di apresiasi dan diacungkan jempol. Jembatan penghubung Dua Kabupaten bila nanti terwujud bakal menghidupkan kembali kejayaan Balai Pungut masa silam.

Tahukah anda, Desa Balai Pungut dulu jaya. Kapal kecil dan besar bersandar di dermaga melakukan ragam kegiatan seperti, bongkar muat ragam peralatan perminyakan membuat roda ekonomi warga desa berputar bak roda pedati.

Pelan dan pasti roda ekonomi masa lampau berlangsung bertahun lamanya di Desa Tua, Balai Pungut.

Ingin mengembalikan kejayaan Balai Pungut masa silam yang memotivasi dan melecut semangat Khalifah Atosmen untuk mewujudkan jembatan melintas di sungai Balai Pungut.

Andai jembatan terbentang, Desa Balai Pungut bakal maju dan perekonomian warga desa pelan pelan bakal membaik, katanya kepada katakabar.com di suatu perbincangan.

Kata Atosmen, jembatan Dua Sam Sam sudah ada tapi satu satunya akses penghubung sehingga sangat padat dengan ragam kenderaan yang melintas setiap hari. Ini alasan paling mendasar muncul ide prakarsai pembangunan jembatan di sungai Balai Pungut.

" Bila nanti jembatan Balai Pungut sudah ada, bisa sebagai alternatif untuk pengendara dan pengguna jalan biar terhindar dari antrean dan macet panjang jika terjadi hal hal tidak diinginkan terjadi di jalan raya.

Dilanjutkan Atosmen, administrasi dan dokumentasi rencana pembangunan jembatan sudah beres. Tonase daya dukung jembatan rencananya 10 Ton makanya kenderaan yang melintas khusus kenderaan mini bus seperti, kenderaan pribadi serta kenderaan sekelasnya.

Untuk mewujudkan impian dan asa jembatan terbentang di sungai Balai Pungut. Setelah Gubernur Provinsi Riau terpilih dilantik, saya segera menghadap beliau biar pembangunan jembatan alternatif dilaksanakan. 

Setahun lalu, sudah ada wacana pembangunan jembatan tapi APBD  Pemprov Riau defisit berdampak ditundanya pembangunan jembatan alternatif tersebut.

"Saya dan masyarakat Desa Balai Pungut berharap di era kepemimpinan Syamsuar pembangunan jembatan dapat terlaksana", sebutnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :