BNN Cokok 6 Orang dan Sita 9 Kilogram Sabu Asal Malaysia - Dumai

Sahdan
BNN Cokok 6 Orang dan Sita 9 Kilogram Sabu Asal Malaysia - Dumai

JAKARTA (katakabar) - Tiga hari lalu, Badan Narkotika Nasional menggagalkan peredaran narkotika yang berasal dari negeri jiran, Malaysia yang masuk ke Kota Dumai.

Narkotika jenis sabu ditaksir seberat 9 kilogram dari Malaysia sudah siap dipasarkan ke berbagai Kota di Indonesia meliputi, Medan, Aceh, Pekanbaru dan Jakarta.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari kepada sejumlah awak media membenarkan penangkapan terhadap 6 orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika dan menyita barang bukti ditaksir seberat 9 kilogram.

Para pelaku masing masing inisial AN sebagai pengendali, HO sebagai kurir, AI sebagai kurir, Syamsiah kurir, HI Anak buah kapal, KN Anak buah kapal merupakan jaringan international Malaysia lewat jalur laut ke Kota Dumai di tangkap pada Minggu (17/3) lalu. 

Kata Irjen Arman Depari, modus mereka dalam menjalankan bisnis haram di Indonesia dengan cara diseludupkan lewat jalur laut. Parahnya, untuk melancarkan bisnis gelapnya mereka menggunakan jasa ibu rumah tangga inisial SH.

Penangkapan dilakukan di kawasan Jalan Lintas Sumatera wilayah  Kota Dumai serta Jalan Sudirman Kota Dumai.

Bermula dari sehari sebelum dilaksanakan penindakan, Sabtu (16/3) sekitar pukul 17.20 WIB SH berangkat dari Medan menuju Dumai bersama dengan AN, AI dan HO mengendararai mobil plat BK 13XX ZZ.

Tiba di Kota Dumai ujar Deputi Pemberantasan BNN, HI memberikan Narkotika jenis sabu kepada AN sebanyak 9 bungkus atau diperkirakan 9 kilogram. Selanjutnya, paket tadi di bawa SH dengan menumpang bentor menuju travel ke Pekanbaru. Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap SH ditemukan barang bukti 5 bungkus Narkotika dan penggeledahan juga di lakukan pada Mobil Merah ditemukan 4 bungkus sabu.

"Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan untuk dilakukan pemeriksaan awal. Menurut keterangan para terduga narkotika tadi akan dibawa ke Medan sebanyak 5 bungkus dan ke jakarta 4 bungkus. Modus menggunakan travel tadi agar tidak dicurigai serta luput dari perhatian/pemeriksaan petugas, Saat ini masih dalam pengembangan. Kita perkirakan sementara berat total nya sekitar 9 kilogram", sebutnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :