Petaka Tower Pemantau Api Setinggi 30 Meter

Tragis, Irwan Jatuh Dari Ketinggian Hingga Meninggal

Sahdan
Tragis, Irwan Jatuh Dari Ketinggian Hingga Meninggal

Pinggir (katakabar) - Kemarin sore, sekitar pukul 16.00 WIB telah terjadi peristiwa yang cukup tragis menimpa seorang pekerja tower pemantau api milik PT Arara Abadi belakangan diketahui bernama Irwan Napitupulu umur 23 Tahun, warga Dusun Sitio Tio, Sumatera Utara.

Korban meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian saat hendak beristirahat setelah bekerja seharian membangun tower pemantau api milik PT Arara Abadi yang berlokasi di kawasan Jalan Gambut RT 2 RW 8 Desa Tasik Serai Barat, Kecamatan Talang Muandau nun jauh di sebelah Timur Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Menurut Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto yang diteruskan Kapolsek Pinggir, Kompol Ernis Sitinjak kepada sejumlah awak media lokal Jumat 29/03 siang, kejadian kecelakaan kerja pembangunan Tower Pemantau Api milik PT Arara Abadi terjadi pada Kamis 28/3/19 sekitar pukul 16.00 WIB, lokasinya di Kilometer 28 RT 08 RW 02 Dusun 4 Merbau Desa Tasik Serai Barat kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis, Riau. 

"Korban meninggal dunia bernama Irwan Napitupulu warga dusun Sitio tio Sumatera Utara setelah terjatuh dari ketinggian saat hendak turun mau istrihat kerja".

Begini kronologinya ujar Kompol Ernis Sitinjak, pada Kamis pagi sekitar pukul 07.30 WIB korban bersama 5 orang rekannya yaitu Sukarman, Juliaman Harefa, April, Rhivai dan Jefri mulai bekerja selaku karyawan PT KSK Karya Sarana Konstruksi yang merupakan Subkon PT Arara Abadi dalam pembuatan menara Tower Pantau api milik perusahaan.

Saat itu yang bekerja diatas menara tower meliputi, Irwan, Rivai dan Juliaman bertugas menyusun dan merakit menara tower, sedangkan 3 orang lainnya berada dibawah menara untuk menarik/mengangkut material melalui katrol. 

Sekitar pukul 16.00 WIB, Mandor yang bernama Sukarman menyuruh korban dan rekannya untuk istirahat dan pengerjaan dilanjutkan besok hari. Saat korban turun dan melepas harnece atau tali pengaman dari badannya. Sebelum turun korban menggeser material yang berada dipinggiran plat agar tidak terjatuh. Saat menggeser material tersebut korban mengatakan aduh dan terpeleset. 

Celakanya, korban terjatuh dari menara ketinggian 30 meter. Posisi korban terjatuh di tanah dengan tubuh menyamping ke kanan dan kondisi korban sudah tidak bergerak lagi. Teman korban langsung bantuan warga sekitar dan mengangkatnya ke kamp, tukasnya.

Pihak RSUD Kecamatan Mandau menimpali lewat dokter RSUD Mandau yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah dr. Yudi Ginting di RSUD Mandau mengatakan, korban mengalami patah pada tulang leher, patah pada paha kaki kiri, luka memar di bagian pelipis sebelah kanan, luka memar di bawah ketiak kanan dan dibawah dada kiri.

Pihak keluarga korban atas nama Jhosua Napitupulu yang merupakan sepupu korban menyatakan keberatan untuk dilakukan Aoutopsi atau bedah mayat sesuai hasil perundingan pihak keluarga. 

Korban akan dibawa ke kampung halaman Tapanuli Utara Sumatera Utara untuk disemayamkan dan dikebumikan. 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :