Ketua FAN Pinggir Terpilih Program KL YES Beasiswa Amerika

Sahdan
Ketua FAN Pinggir Terpilih Program KL YES Beasiswa Amerika

BENGKALIS – Salah satu putri terbaik Negeri Junjungan Rahmatuzzahrah Hayatina merupakan Ketua Forum Anak Kecamatan (FAN) Pinggir terpilih dalam program Kenndy Lugar Youth Exchange & Study (KL YES) beasiswa di Amerika Sarikat.

 

"Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan semua pihak. Akhirnya Ara dinyatakan lulus sebagai finalis program beasiswa penuh YES tahun 2019-2020", kata  Rahmatuzzahrah Hayatina, Senin (13/5) kemarin.

 

Program KL-YES merupakan program beasiswa penuh yang diberikan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kepada siswa SMA atau sederajat untuk tinggal dengan keluarga Amerika dan bersekolah di SMA setempat setahun lamanya, mulai dari 29 Juli 2019 - Juni 2020 mendatang

 

Siswa kelas II SMA Swasta Islam Terpadu Mutiara, Kecamatan Pinggir ini berada di Negeri Paman Sam untuk belajar bersama 80 pelajar lainnya dari Indonesia.

 

Selama mengikuti program YES, menurut dara yang akrab di sapa Ara bakal tinggal dengan keluarga yang ada di Amerika dan bersekolah di SMA setempat. 

 

Mereka mempelajari kehidupan di AS dan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar melalui kegiatan-kegiatan. Selain itu, nantinya kami berkesempatan mengembangkan keterampilan pribadi dan kepemimpinan.

 

Pada April 2018 lalu pertama sekali mendaftar secara online ke program YES melalui Bina Antarbudaya di Padang. Setelah melalui proses administrasi secara online, sebelum kemudian anak dari pasangan  Masdar dan Umi Masrorotin ini dinyatakan lulus dan harus mengikuti tes di Padang Sumatera Barat.

 

“Waktu itu pesertanya dari Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat dan Jambi sebanyak 600 orang. Setelah dinyatakan lulus, kami dipanggil setiap provinsi sebanyak 12 orang,” terangnya.

 

Apa saja yang menjadi materi tes, kemampuan berbahasa Inggris dan keterampilan berkomunikas. Setelah menunggu penantian panjang, tepatnya pada 25 April 2019, Ketua FAN Pinggir ini menerima surat yang menyatakan lulus untu mengikuti program beasiswa penuh YES 2019-2020.

 

Disinggung, sejak kapan mahir dan meminati bahasa Inggris. Jujur dikatakan Ara, awalnya dia termasuk orang yang memiliki bahasa Inggris pasif. Artinya paham tulisannya namun kalau berbicara kurang mahir.

 

Namun hal itu membuat dirinya, tidak surut untuk terus belajar mengenal lebih dekat bahasa internasional. Lantas dirinya bergabung dengan Kampung Inggris di Duri, tepatnya Jalan Mawar, Gg Dahlia 1 Duri. Di tempat itu, anak kedua dari dua bersaudara ini, praktek langsung berbicara, sehingga menjadi lebih mahir dan fasih.

 

“Sejak awal saya suka dengan bahasa Inggris, tapi pasif. Tahu tulisannya. Tapi kalau untuk ngomong agak sulit. lantas saya belajar di Kampung Inggris di Duri, akhirnya saya bisa bicara,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Ara mohon doa dan dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis agar keberangkatannya ke Amerika Sakit lancar dan tidak ada kendala.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :