Tiang Pancang DIC di Cetak Manual Junaedi Bilang Bakal Tak Diterima

Sahdan
Tiang Pancang DIC di Cetak Manual  Junaedi Bilang Bakal Tak Diterima

Duri (katakabar) - Proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang Duri Islamic Center secara manual oleh para pekerja proyek di kawasan Jalan Siak Duri terus berlanjut. 

Intruksi Kabid Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis, Junaedi stop sementara proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang sepertinya tak di gubris oleh rekanan Pemda Bengkalis yang memenangkan proyek pembangunan Tiang Pancang DIC.

Penelusuran katakabar.com ke lokasi pengerjaan pembuatan Tiang Pancang DIC pada Kamis (23/5) sekitar pukul 11.55 WIB tampak para pekerja masih beraktifitas melakukan pengecoran Tiang Pancang DIC di tanah kosong berdinding seng persis sebelah kanan rumah toko kabarnya milik kontraktor.

Aktifitas proses pembuatan Tiang Pancang DIC dibuktikan pula dengan berputarnya mesin pengaduk semen, pasir dan krikil terlihat dari kejauhan di jaga sejumlah pekerja proyek.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis, Junaedi by telepon genggamnya kepada sejumlah awak media lokal terkejut terkait masih adanya proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang DIC di duga tak standar.

"Proses pengerjaan Tiang Pancang masih lanjut. Kalau masih dikerjakan pembuatannya, Tiang Pancang yang di cetak secara manual tidak diterima", 

Saya sudah intruksikan anggota untuk turun dan cek ke lapangan serta stop sementara pengerjaan pembuatan Tiang Pancang kemarin, katanya rada kesal mengaku dirinya bersama PPTK proyek pembangunan Tiang Pancang DIC masih berada di Batam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Dinas PU Kabupaten Bengkalis, Junaedi menyatakan, proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang DIC di stop sementara hingga dilakukan pengecekan terkait kualitas dan standarisasi agar sesuai speck proyek bangunan.

Dirinya rada kesal terhadap kontraktor pelaksana lantaran pengerjaan awal proyek tak diberitahukan secara resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :