Tiang Pancang DIC di Cetak Manual

Dewan: Rekanan Jangan "Impertinent"

Sahdan
Dewan: Rekanan Jangan "Impertinent"

Duri (katakabar) - Proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang Duri Islamic Center secara manual pakai mesin molen cor, mal serta tenaga pekerja viral di media sosial (Facebook) membuat sejumlah kalangan rada kecewa terhadap rekanan Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang memenangkan tender proyek senilai Tiga Puluh Delapan Miliar Rupiah dari APBD 2019.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, Rianto pun angkat bicara setelah melihat viralnya video berdurasi 4.33 Menit tentang, proses pembuatan Tiang Pancang DIC di kawasan Jalan Siak Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Duri kepada sejumlah awak media pada Kamis (23/5) kemarin.

"Saya, selaku anggota Komisi II DPRD Bengkalis segera memanggil pihak Dinas PU Bengkalis soal proses pengerjaan pembuatan tiang pancang. Kita bakal pastikan viralnya video di sosial media tentang proses pengerjaan pembuatan tiang pancang memenuhi standar berdasarkan bestek merupakan buku pedoman pembangunan Tiang Pancang DIC".

Jika prosesnya dilakukan secara manual, segera di uji beton yang ada. Pihak Terkait mesti print out klasifikasi betonnya. Kalau tidak sesuai, bakal kita permasalahkan, ujar Rianto.

Mantan Kepala Desa Petani mengimbau dan meminta pada Pihak PPTK mesti klarifikasi terkait hal itu.

"Kalau tidak benar layangkan surat kepada rekanan dan segera gantikan tiang pancang standar berdasarkan Bestek sebagai pedaman dan petunjuk pengerjaan proyek. Kalau benar, mana print out terkait cor beton manual yang dilakukan sendiri".

Untuk itu, di minta  laksanakan fungsi pengawasan dan surati secara kedinasan dan surat tersebut mesti ditembuskan ke Komisi II DPRD Bengkalis.

Anggaran proyek pembangunan Tiang Pancang DIC nilainya sangat besar. Tahap awal saja sebesar Tiga Puluh Delapan Miliar Rupiah lebih dari APBD Kabupaten Bengkalis Tahun ini.

"Saya meminta kontraktor atau rekanan jangan main-main dengan pembangunan rumah ibadah umat muslim Islam yang dibiayai dari rakyat". 

Proyek publik harus diawasi  seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Jika ada yang salah segera laporkan ke Komisi II DPRD Bengkalis. Jangan "impertinent (kurang ajar) pihak rekanan dengan proyek DIC sebab, ini kepentingan umat islam, tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :