Soal Tiang Pancang DIC

Dinas PUPR dan Rekanan

Sahdan
Dinas PUPR dan Rekanan

Duri (katakabar) - Sejumlah Pejabat Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kabupaten Bengkalis dan rekanan pemenang tender proyek sepertinya, tidak sinergi dan sejalan terkait proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang Duri Islamic Center.

Beda dan silang pendapat antara sejumlah Pejabat PUPR Bengkalis dan rekanan terkuak saat sejumlah awak media lokal minta keterangan dari masing masing pihak di lokasi pengambilan sampel beton di Jalan Siak dalam Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Duri Pada Rabu (29/5) kemarin siang.

Pangkal bala tidak sinergi antara Dua pihak, terkait di stop sementara proses pengerjaan pembuatan Tiang secara manual.

Kabid Dinas PUPR Bengkalis, Junaedi terlanjur komentar bahwa proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang di stop sementara dan sudah perintahkan lewat konsultan.

Rekanan, Along justru tidak terima dan membantah, tidak di stop baik secara lisan lewat telepon genggam mau pun surat pemberitahuan resmi di stop pengerjaan pembuatan Tiang Pancang.

"Saya profesional dalam mencetak Tiang Pancang. Pekerja yang mencetak bukan abal abal tapi sudah berpengalaman. Pekerja yang mencetak pernah bekerja mencetak Tiang Pancang bangunan yang ada di Bengkalis. Jadi pembuatan Tiang Pancang berproses mulai dari perakitan anker besi sampai proses pencetakan", ujarnya.

Tidak sinergi dan tak sejalannya sejumlah Pejabat Terkait dan rekanan terasa kental saat awak media meminta klarifikasi ke Dua Pihak di lokasi pengambilan sampel beton di lokasi pembuatan Tiang Pancang di kawasan Jalan Siak, Desa Petani, Bathin Solapan.

"Perdebatan antara sejumlah Pejabat Dinas PUPR dan rekanan tak terelakkan, terkait proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang DIC".

"Kondisi sekarang lagi banyak masalah, kita tidak ingin ada masalah lagi".
 
Itu sebabnya, Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis menggandeng Tim Independen mengambil sampel beton nanti dilakukan test dan uji di lab guna membuktikan standarisasi beton.

Bila nanti, hasil uji lab tidak standar. Tiang Pancang tidak di terima. Kita sama sama harus menerima apa pun hasil uji lab dari Tim Independen nantinya, tukasnya.

Pekerjaan proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang tidak ada di stop. Tak cuma itu, warga setempat tidak ada di pekerjakan pada proses pengerjaan pembuan Tiang Pancang.

"Warga setempat hanya menjadi penonton dalam proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang DIC", kata Ketua RT setempat rada kesal warga tak dilibatkan.

Sekedar diketahui, sudah hampir Dua pekan belakangan proses pembuatan Tiang Pancang DIC jadi konsumsi publik.

Tak pelak, proses pengerjaan pembuatan Tiang Pancang DIC bakal menjadi ikon di Duri, Kabupaten Bengkalis masa datang jadi sorotan.

Itu lumrah sebab, duit rakyat yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2019 totalnya tak sedikit, sebesar Tiga Puluh Delapan Miliar Rupiah lebih untuk membiayai proyek Tiang Pancang DIC.

Terlepas dari itu, masyarakat khusus Umat Muslim berharap pembangunan DIC berdasarkan spesfikasi dan besaran tekhnik sebagai pedoman dan petunjuk dalam pengerjaan sebuah bangunan.

Para pihak yang ikut andil dalam proses pembangunan DIC mesti sinergi dan sejalan biar hasilnya sesuai yang diharapkan.

Jika pembangunan DIC bagus, kelak masyarakat terutama generasi penerus yang menggunakan bakal merasakan program Pemerintah sangat bermanfaat karena
bangunan kokoh dan tahan lama, semoga.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :