Tim Independen UIR di Minta Segera Umumkan Hasil Uji Lab Beton TP DIC

Sahdan
Tim Independen UIR di Minta Segera Umumkan Hasil Uji Lab Beton TP DIC

Duri (katakabar) - Tim Independen Universitas Islam Riau di mita secepatnya mengumumkan hasil uji dan test sampel beton Tiang Pancang Duri Islamic Center Duri yang di cetak rekanan Pemkab Bengkalis secara manual di kawasan Jalan Siak Duri, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.


Menurut warga Duri, Refri Amran D kepada katakabar.com kemarin, Tim Independen UIR sudah lebih dari sepekan lamanya setelah mengambil sampel beton Tiang Pancang DIC, disaksikan berpasang pasang mata dari beberapa kalangan seperti, tokoh masyarakat, Pemdes, Dinas serta lainnya di Bulan suci ramadhan lalu.


Tim Independen UIR di minta segera umumkan hasil uji lab beton Tiang Pancang DIC secara terbuka dan transparan ke publik. 


"Masyarakat saat ini menunggu hasil uji dan test beton Tiang Pancang tersebut". 


DIC ikon Duri Kabupaten Bengkalis di masa datang, Tim Independen UIR diharapkan jangan main main soal uji sampel beton Tiang Pancang", ujar Ketua RT di Kelurahan Air Jamban, Mandau.


Terkait itu, Ketua Satgas P2TP2A Duri menyoroti artikel yang muncul di ranah publik terkesan lari dari objek. 


Objeknya, soal proyek Tiang Pancang Duri Islamic Center di duga tak standar biayanya Tiga Puluh Delapan Miliar Rupiah lebih  dari APBD Kabupaten Bengkalis Tahun anggaran 2019. 


Anehnya, muncul artikel artikel terkesan lari dari objek yang mengarah kepada pribadi dan sebuah institusi atau lembaga.


Kita berharap kepada seluruh elemen khususnya umat muslim turut dan ikut serta mengawasi guna kualitas dan mutu bangunan mega proyek Tiang Pancang DIC nantinya sebagai ikon Duri negeri junjungan.


Pengawasan terhadap program Pemerintah terutama struktur dan infrastruktur paling utama biar hasilnya berkualitas.


Lihat hasil yang diperoleh selama ini, bangunan bangunan yang sudah rampung pembangunannya mestinya tahan sepuluh hingga lima belas tahun sudah mulai rusak.


Itu lantaran  lemahnya pengawasan sehingga membuat ruang dan celah bagi oknum oknum terkait kongkalikong. Pengalaman adalah guru utama, mari bersama jadikan pengalaman sebagai pembelajaran ke depan, sebutnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :