Tepat Peringatan ke Lima Puluh Peluncuran Roket 11

Fenomena Gerhana Bulan Paling Akhir 2019, di Pekan ini

Fenomena Gerhana Bulan Paling Akhir 2019, di Pekan ini

(katakabar) - Gerhana Bulan paling bontot atau akhir bakal terjadi pada pekan ini, para penggemar dan pengamat dunia perbintangan dari berbagai belahan dunia memungkinkan untuk menikmati sekilas fenomena di langit.

Peristiwa Gerhana Bulan Parsial atau sebagian bisa jadi saat Bulan Purnama mulai pada Selasa (16/7) malam. Fenomena ini dapat di lihat di Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia dan Australia.

Tapi, sejumlah wilayah negara yang tidak bisa melihat gerhana total hanya meliputi, Amerika Utara termasuk Amerika Serikat.

Peristiwa gerhana bulan terjadi, saat sebagian atau keseluruhan penampakan Bulan tertutup bayangan Bumi. Keadaan demikian terjadi, saat Bumi posisinya di antara Matahari dan Bulan terdapat pada satu garis lurus yang sama. Sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan lantaran terhalang oleh Bumi.

Garis lurus Matahari, Bumi dan Bulan kali ini menghasilkan Gerhana Bulan Parsial disebabkan Bulan bakal sedikit miring dari garia langsung bayangan Bumi. 

Peristiwa ini terjadi Dua Minggu sesudah Gerhana Matahari total terlihat di Negara Amerika Selatan. Fenomena tersebut mengikuti pola astronomi khas Gerhana Bulan yang terjadi dalam Dua Minggu setelah Gerhana Matahari. 

Gerhana Bulan total terakhir terjadi pada Januari 2019 lalu, dan terlihat di Amerika Selatan mau pun Utara serta benua Eropa dan Afrika. Gerhana Bulan berikutnya bakal tidak terjadi hingga Tahun depan tapi, ke Empat Gerhana di prediksi bakal terjadi pada 2020 mendatang, cuma Gerhana Bulan Panumbara dimana jauh lebih lemah dari Gerhana sebagaian atau Gerhana penuh. 

Selama berlangsung Gerhana Panumbara, Bulan melewati bayanhan dari Bumi dan seringkali tidak tampak gelap bila di lihat mata telanjang.

Para pakar meramalkan tidak akan ada Gerhana Bulan total lainnya hingga Mei 2021.

Nah, Gerhana Bulan yang bakal terjadi pada Selasa (16/7) malam, bisa diamati para pengamat benda benda langit pada waktu berbeda beda di seluruh dunia. 

Pemirsa di negara Amerika Selatan kali pertama bisa melihat bayangan Bumi menyentuh permukaan Bulan. Saat Bulan naik di langit bersamaan saat Matahari terbenam.

Para pengamat di benua Asia dan Australia bakal dapat melihat Bulan dalan Gerhana saat Matahari terbenam pada 17 Juli 2019, besok. 

Uniknya, Gerhana Bulan pada 16 Juli 2019 bertepatan peringatan ke Lima Puluh peluncuran roket Apollo 11 kali perdana mendaratkan manusia di Bulan.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait