Menikbud RI Bilang, Tak Ada Toleransi Bagi Praktik Praktik Kecurangan PPDB

Menikbud RI Bilang, Tak Ada Toleransi Bagi Praktik Praktik Kecurangan PPDB

Tangerang (katakabar) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menegaskan,  bagi praktik praktik kecurangan yang terjadi di sekolah, khususnya dalam penerimaan peserta didik baru tak akan di beri toleransi.

Untuk itu, kepada semua pihak agar menjaga pendidikan tetap bersih.

“Pokoknya tidak mentolerir praktik praktik tidak baik di sekolah, lembaga pendidikan secara umum, sekolah secara khusus,” tegas Muhadjir saat kunjungan lapangan hari pertama sekolah dan masa pengenalan lingkungan sekolah di wilayah Tangerang, Jawa Barat kemarin.

Kata Mendikbud, masa depan siswa harus tetap terjaga, itu sebabnya, orang tua untuk tidak melakukan praktik kecurangan. 

“Saya imbau orang tua jangan coba coba main belakang, hanya untuk memperjuangkan anaknya masuk ke sekolah yang dia anggap bagus sebab, dampaknya pasti tidak bagus untuk anak itu."

Dampak dan imbas yang dimaksud meliputi, sanksi sosial yang dirasakan langsung oleh siswa bila di belakang hari lingkungan sekitar mengetahui bahwa dirinya masuk sekolah lewat cara cara tidak baik dan tidak elok.

“Sudut pandang dari siswa siswa lain pun tidak bagus, sehingga secara mental bakal merusak anak."

Mari, para orang tua berpikir positif dari sisi anak, dengan tidak memaksakan kehendak biar tidak mengorbankan masa depan anak.

Kepada semua pihak agar menjaga praktik baik dalam pendidikan dengan menghindari kecurangan dan ketidakjujuran. 

Caranya ujar Muhadjir, pendidikan harus bersih. Pendidikan hulu dari peradaban suatu bangsa. Kalau bagian hulu sudah diisi praktik praktik kecurangan, ketidakjujuran, kita tidak bisa berharap banyak pada akhirnya.

Evaluasi PPDB di Penghujung Juli 2019

Evaluasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019 dilakukan setiap hari hingga penghujung Juli nanti. Di akhir Juli,  masukan dari berbagai pihak sudah masuk demi perbaikan pelaksanaan PPDB pada Tahun depan.

Tak cuma itu, pemerintah pusat akan menyisir, dengan berkoordinasi dengan dinas dinas di seluruh Indonesia, untuk memastikan tidak ada satu pun anak usia sekolah yang tidak tertampung di sekolah. 

“Anak usia sekokah usahakan tampung. Pemda dulu yang mencari solusinya, kalau tidak mampu baru di ambil alih."

Kemendikbud menjamin semua anak bisa bersekolah, walau saat ini sudah memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, bukan berarti tidak boleh lagi penerimaan peserta didik baru, sebutnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait