Kotamu Mau Bersih Lupakan Cara Lawas

Ini Cara Anyar Kelola Sampah, Bisa Jadi Sumber Daya Ekonomi

Ini Cara Anyar Kelola Sampah, Bisa Jadi Sumber Daya Ekonomi

Pekabaru (katakabar) - Paradigma pengelolaan sampah bertumpu pada pendekatan bersih, sudah masanya ditinggalkan dan diganti dengan cata baru berorientasi pada pemanfaatan sampah sebagai sumber daya ekonomi.

Demikian dikatakan Bupati Bengkalis, Amril Mukmini yang diteruskan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II), H Heri Indra Putra saat hadir acara serimoni penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Lancang Kuning dan PT Chevron Pacific Indonesia di Aula Pustaka Unilak, Pekanbaru Dua hari lalu.

Kerja sama ini kata Heri, adanya kesamaan pemahaman antara Unilak dan PT CPI dalam membantu masyarakat/pemerintah dalam pengelolaan sampah di tiga wilayah, Rumbai Pesisir (Kota Pekanbaru), Minas (Kabupaten Siak), dan Duri (Kabupaten Bengkalis).

Sampah tak hanya permasalahan daerah tapi sudah jadi permasalahan nasional. Pengelolaannya mesti dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu sampai ke hilir, agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, serta dapat mengubah perilaku masyarakat untuk peduli terhadap persampahan.

“Selama ini sebagian besar masyarakat masih menganggap sampah barang tidak berguna dan tidak sumber daya yang bisa dimanfaatkan”.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis senantiasa menginstruksikan dan mensosialisasikan kepada seluruh stakeholder dan elemen masyarakat untuk ikut dalam pengurangan sampah dari sumbernya, dengan pola 3R (reuse, reduce dan recycle).

"Penerapan pola 3R dapat merubah pola pikir masyarakat, semula masyarakat hanya mengetahui menabung uang di bank konvensional atau syari’ah, kini bisa menabung sampah di bank sampah”.

Untuk itu, adanya Penandatanganan Nota Kesepahaman mesti sejalan dengan 4 sektor yang harus berperanan aktif dalam mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan, pertama pemerintah, kedua, swasta/stakeholders ketiga, masyarakat dan terkahir, akademisi.

“Kami sangat yakin, tanpa peranan yang optimal dari 4 sektor target Kabupaten Bengkalis yang tertuang dalam Peraturan Bupati untuk target pengurangan Dua Puluh persen sampah bakal sulit tercapai sebagai bukti kepedulian terhadap masalah persampahan”.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait