Saat Duo Energi Menyatu di Rambutan

Saat Duo Energi Menyatu di Rambutan

Dirut PTPN V, Jatmiko Krisna Santosa bersama Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung. Foto: Ist

Pekanbaru (katakabar) - Hasrat Direktur Utama (Dirut) PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V, Jatmiko Krisna Santosa untuk mengantar perusahaan plat merah itu menjadi perusahaan Initial Public Offering (IPO) mendapat sokongan energi baru. 

Ini ketahuan setelah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP-Apkasindo), Gulat Medali Emas Manurung, bertandang ke kantor Jatmiko di kawasan jalan Rambutan Pekanbaru, Kamis (18/7). 

Dalam pertemuan yang penuh persahabatan itu, Jatmiko dan Gulat bersepakat untuk sama-sama memajukan petani kelapa sawit di Riau hingga menjadi petani kelapa sawit mandiri dan profesional, petani yang pintar mengurusi, mengelola hingga menghasilkan produksi Tandan Buah Sawit (TBS) yang maksimal dan berkualitas. 

Selain itu, PTPN V dan Apkasindo juga bersepaham untuk sama-sama mensukseskan program Presiden Jokowi soal Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). 

Apkasindo akan mendorong para petani, baik petani swadaya maupun petani eks plasma yang telah menjadi anggota Apkasindo untuk bermitra dengan PTPN V. 

"Sebahagian petani eks plasma PTPN V itu kan sekarang anggota Apkasindo. Mereka akan kita dorong untuk menjadi mitra PTPN V. Begitu juga dengan petani swadaya, juga akan kita arahkan untuk bermitra dengan PTPN V. Ini sangat bersesuaian dengan motto Apkasindo; petani sawit sejahtera, Negara kuat. Kami akan sekuat tenaga berupaya supaya Apkasindo ini berguna bagi petani kelapa sawit, sebagaimana amanah Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Jenderal TNI (Purn) DR Moeldoko, SIP, ujar Gulat Kamis (18/7). 

Dalam kemitraan nanti kata Gulat, para petani akan bersinergi dengan PTPN V, mulai dari aspek teknis, seperti pola penanaman, perawatan hingga produksi yang kemudian TBS nya dikirim ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN V. 

"Soal harga TBS tentu akan memakai mekanisme penetapan harga yang dibikin oleh tim penetapan harga yang dikomandoi oleh Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi (Dinas TPHBun) Riau. Dalam waktu dekat kami akan membikin perjanjian kerjasama dengan PTPN V," kata Gulat. 

Jatmiko mengaku sangat senang dengan langkah baru bersama Apkasindo itu. Sebab dengan sinergi dua lembaga ini, ratusan ribu hektar lahan-lahan petani swadaya akan bisa dimaksimalkkan oleh PTPN V menjadi kebun kelapa sawit yang menghasilkan TBS berkualitas.

Luasan tadi belum termasuk lahan kelapa sawit eks plasma PTPN V yang saat ini mencapai 56.665 hektar dan kebun karet eks plasma seluas 17.861 hektar yang juga akan disulap menjadi kebun kelapa sawit. 

Semua lahan eks plasma ini terhampar di lima kabupaten di Riau; Rokan Hulu (Rohul), Kampar, Rokan Hilir (Rohil), Siak dan Indragiri Hulu (Inhu). 

Kalau 100 ribu hektar saja lahan petani swadaya anggota Apkasindo menjadi mitra PTPN V ditambah lahan eks plasma seluas 74.526 hektar plus lahan inti PTPN V yang ada, maka PTPN V akan muncul menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan luasan moncer tanpa harus mencari lahan baru. 

Artinya, tanpa harus berusaha mencari dan membuka hutan baru, PTPN V sudah muncul sebagai perusahaan raksasa dengan luasan lahan ratusan ribu hektar. 

Kalau sudah begini, apa yang diangan-angankan oleh Jatmiko bahwa PTPN V harus muncul sebagai perusahaan go publik, akan segera terwujud. 

Tinggal lagi sekarang, seperti apa dua lembaga tadi saling bergandeng tangan mewujudkan itu semua; misi PTPN V tercapai, Apkasindo juga begitu hingga berujung petani sejahtera. 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait