Musim Kemarau, Ini Langkah Strategis Kementan Amankan Produksi Pangan

Musim Kemarau, Ini Langkah Strategis Kementan Amankan Produksi Pangan

Jakarta (katakabar) - Kementerian Pertanian (Kementan) lewat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyiapkan langkah strategis guna mengamankan produksi pangan nasional menghadapi musim kekeringan pada Tahun 2019. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Suwandi pasca dilantik, langsung menggelar rapat koordinasi dengan Penanggungjawab Upsus Provinsi untuk menyamakan langkah pencapaian target tanam bulan Agustus di Jakarta di penghujung Juli 2019 lalu.

Pada rapat itu, Suwandi menginstruksikan kepada jajaran di bawahnya agar bergerak merespon kekeringan yang terjadi di beberapa daerah sentra padi. 

Berikut instruksi kepad jajaran di bawahnya pertama, segera inventarisir data Luas Tambah Tanam (LTT) secara harian dan agar ada peningkatan signifikan.

"Ya ini langkah yang penting agar di Bulan Agustus 2019 ini, target luas tanam sekitar 1,4 juta hektar bisa dicapai," katanya.

Kedua, meminta pada tim LTT untuk mengecek lahan lahan potensi di tanami padi gogo, jagung atau kedelai atau dilakukan tumpang sari pada Tiga komoditi tersebut. Cek kondisi tanah yang masih macak macak bisa segera di tanam padi gogo sawah. 

"Untuk itu, perlu dilakukan percepatan CPCL (Calon Petani Calon Lahan, red) penyaluran dan penambahan luas tanam padi di lahan kering atau gogo sawah yang dilaksanakan di Delapan Provinsi," katanya.

Menurutnya, jika CPCL sudah siap. Benih segera salur agar bisa tanam mengejar ketersediaan air yang masih ada bulan ini. Targetnya, penyelesaian tanam padi gogo paling lambat 2 minggu dari hari ini, imbaunya.

Ketiga, tim LTT juga untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendirikan posko kekeringan dalam rangka mitigasi kekeringan. Setiap Kabupaten mendirikan posko kekeringan dan diresmikan oleh Bupati. 

Ke Empat, untuk daerah yang sudah terdampak puso, kami meminta petani yang sudah terdaftar AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi, red) segera melakukan klaim asuransinya dan tim LTT bisa mendata bagi yang belum terdaftar untuk diusulkan menerima bantuan benih padi Pusat.

Ke Lima, kepada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian agar segera menyalurkan alsintan, sumur dangkal dan pompa untuk penanganan wilayah yang terdampak kekeringan. Sedangkan daerah di utara katulistiwa seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi masih memiliki potensi hujan sehingga bisa dilakukan percepatan tanam.

"Manfaatkan semaksimal mungkin wilayah yang masih ada air."

Ke Enam, untuk mengamankan pangan nasional menghadapi kekeringan perlu dilakukan penanaman integrasi jagung dengan tanaman lain. Hal ini dikarenakan konsep integrasi bisa meningkatkan pendapatan bagi petani. 

"Potensi pematang sawah juga bisa dioptimalkan untuk tumpang sari tanaman seperti kacang panjang, kacang merah, cabe, tomat, terong maupun refugia," tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait