Begini Tips Cara Pemberian ASI Yang Benar

Begini Tips Cara Pemberian ASI Yang Benar

Jakarta (katakabar) - ASI menjadi faktor penting bagi pertumbuhan bayi. Permasalahan yang sering dihadapi ibu menyusui, merasa ASI tidak cukup. Padahal masalah sebenarnya, lantaran kurang dukungan dari orang terdekat, masalah fisik dan emosi, pilihan ibu yang membatasi ASI serta ke khawatiran ASI kurang.

Untuk mewujudkan anak yang berkualitas, Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan strategi Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) salah satunya, merekomendasikan standar emas PMBA meliputi, melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), memberikan ASI Eksklusif, memberikan makanan pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI), dan meneruskan pemberian ASI hingga berumur 2 tahun atau lebih.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, MQIH mengatakan, setelah bayi berusia 6 bulan, ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi, sehingga perlu makanan tambahan (MP-ASI).

"Pada usia 6 bulan ASI hanya memenuhi 2/3 dari kecukupan gizi bayi, dan pada usia 9 bulan hanya memenuhi kebutuhan, dan pada usia 1 tahun hanya 1/3 dari kebutuhan,'' katanya pada temu media Pekan Asi Sedunia 2019 di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (2/7) kemarin.

Berdasarkan global standard infant and young child feeding, MP-ASI harus memenuhi syarat, Tepat waktu (Timely), MP-ASI mulai diberikan pada saat kebutuhan energi dan zat gizi lain melebihi yang didapat dari ASI, Adekuat (Adequate), MP-ASI harus mengandung cukup energi, protein dan zat gizi mikro

Aman (Safe), Penyimpanan, penyiapan dan sewaktu diberikan MP-ASI harus higenis.

Tepat cara pemberian (Properly), MP-ASI diberikan sejalan dengan tanda lapar dan nafsu makan yang ditunjukan bayi serta frekuensi dan cara pemberiannya sesuai dengan usia bayi.

Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dipengaruhi ragam faktor seperti, pengetahuan dan keterampilan ibu dan tenaga kesehatan, tersedianya fasilitas menyusui di tempat kerja, komitmen ibu, dukungan ayah, keluarga, masyarakat, serta pengendalian pemasaran susu formula.

Pola Asuh Gizi

Pola asuh gizi adalah cara pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Untuk bayi baru lahir diberikan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian ASI saja tanpa diberi makanan atau minuman tambahan apapun termasuk air putih (kecuali vitamin dan obat).

''Ketika sudah berusia 6 bulan sampai 2 tahun anak tetap diberikan ASI ditambah makanan pendamping ASI. Untuk memastikan bahwa pola asuh gizi yang diberikan sudah benar, maka perlu dilakukan pemantauan pertumbuhan,'' kata Dirjen Kirana.

Mari kepada semua pihak, untuk membantu upaya peningkatan praktik PMBA khususnya menyusui. 

Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia dr Wiyarni Pambudi, SpA , IBCLC menimpali, upaya peningkatan praktik PMBA itu harus dilakukan melalui dukungan ayah.

''Dukungan ayah dapat berupa mendengarkan keluh kesah istri selama persalinan, ke Dua, sabar, ke Tiga, ayah mencari informasi tentang menyusui sehingga saat ada masalah ayah bisa memberikan solusi,'' terangnya.

Pemerintah harus memberikan dukungan kepada ibu menyusui untuk mempertahankan praktik menyusui termasuk pada situasi sulit seperti bencana alam. Pemerintah melakukan perencanaan dan koordinasi pusat dan daerah untuk program PMBA dan ASI, pengaturan pemasaran susu formula sesuai dengan kode internasional dan rekomendasi WHA serta promosi ASI eksklusif berupa penyuluhan kelompok maupun konseling menyusui melalui kelas ibu menyusui.

Pada situasi bencana, dukungan pemerintah dapat berupa terapi mental pada ibu menyusui korban bencana dan menyediakan tenda menyusui, tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait