Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Hakim PN Pasir Pengaraian Vonis Bebas Terdakwa

Yahya Siregar
Hakim PN Pasir Pengaraian Vonis Bebas Terdakwa

Terdakwa pencabulan anak di bawah umur, Riki di vonis bebas di PN Pasir Pengaraian. Foto Yahya

Pasir Pengaraian (katakabar) - Vonis ringan dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian kepada terdakwa pencabulan anak di bawah umur berinisial RH umur 25 Tahun alias Riki Bin  Eman, korbannya Nurmia terjadi di kawasan Tambusai Utara setahun silam.

Majelis hakim yang diketuai Sunoto SH MH cuma menjatuhkan hukuman Dua Tahun masa percobaan kepada terdakwa inisial RH alias Riki umur 25 Tahun. Padahal sebelumnya, terdakwa di tuntut 5,6 Tahun penjara dengan subsider Dua Ratus Juta Rupiah.

"Terdakwa di hukum masa percobaan atau pidana bersyarat sehingga tidak perlu menjalani hukuman pidana tersebut. Kecuali, terdakwa selama menjalani pidana percobaan ada putusan hakim yang menentukan lain bahwa terpidana melakukan tindak pidana sebelum berakhirnya masa percobaan," kata Sunoto SH MH di PN Pasir Pengaraian pada Kamis (8/8) kemarin.

Dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim dijelaskan, bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur. 

Kata majelis hakim, salah satu pertimbangan pemberian hukuman percobaan lantaran adanya perdamaian yang dilakukan antara terdakwa dengan pihak korban.

"Terdakwa dan saksi korban sudah berdamai artinya, terdakwa telah mengakui perbuatannya. Itu sebabnya, terdakwa dijatuhi hukuman percobaan. RH alias Riki diperintahkan untuk segera dibebaskan dari tahanan."

Hal itu, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan bahwa, saksi korban atas nama Nurmia telah sepakat untuk berdamai dengan terdakwa," ujar Sunoto.

Menurut Ketua PN Pasir Pengaraian, perdamaian itu maksudnya, terdakwa Riki telah melangsungkan acara pernikahan bersama saksi korban Nurmia beberapa waktu lalu bertempat di Lapas kelas II B, Pasir Pengaraian.

“Terdakwa dan korban sudah menikah, membentuk rumah tangga yang baru sehingga tidak ada lagi tuntutan dari korban kepada terdakwa. Ini yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk memutus perkara tersebut," tukasnya.

Kuasa Hukum Riki, Efesus Dewan Marlan Sinaga SH dan Ramses Hutagaol SH MH kepada katakabar.com Jumat (9/8) mengatakan, putusan majelis hakim telah mencerminkan rasa keadilan atas norma hukum yang ada  di tengah tengah persidangan.

“Ini sudah cukup adil, faktanya antara mereka sudah terikat perkawinan. Mereka telah menjalin ikatan suami istri, secara logika korban tidak akan lagi menuntut pertanggungjawaban secara hukum kepada terdakwa. Jadi untuk apa lagi di tuntut hukuman berat seperti tuntutan Jaksa Penutut Umum sebelumnya. Intinya mereka sudah berdamai, dan sudah nikah, nanti kalau di hukum berat yang kasihan istrinya,” sebutnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait