Soal Dugaan Pencurian Umur Pemain di Piala Menpora U14 2019

Kuasa Hukum SSB Duri Galaxy Somasi SSB Rokan United Rohil

Kuasa Hukum SSB Duri Galaxy Somasi SSB Rokan United Rohil

Kuasa hukum SSB Duri Gakaxy menunjukkan dugaan pencurian umur pemain di Piala Menpora U14 2019. Foto Sahdan.

Duri (katakabar) - Kasus dugaan pencurian umur pemain di perhelatan Piala Menpora U14 zona Provinsi Riau yang di gelar dari 8 Juli 2019 hingga 13 Juli 2019 lalu, memasuki babak baru.

SSB Duri Galaxy yang tak terima atas dugaan kecurangan pencurian umur pemain yang dilakukan finalis Piala Menpora U14 2019, sudah melayangkan somasi lewat kuasa hukumnya, HR & Patners kepada Rokan United.

"Benar, surat somasi dan undangan Nomor 18/SK/HR&P/VII/2019 sudah dilayangkan  kepada manager dan pengurus SSB Rokan United Rohil di duga melakukan pencurian umur pemain di perhelatan Piala Menpora U14  pada pertengahan Juli 2019 di Pekanbaru," kata Kuasa Hukum SSB Duri Galaxy, Muhammad Rio SH kepada sejumlah awak media di Duri Selasa (13/8) siang.

Kata Rio di sapa akrab, bahwa atas kecurigaan berdasarkan bukti yang di dapat dan upaya protes yang sudah dilakukan klien kami, hal itu tidak menjadi masalah.

Tapi, dari hemat kami ada nuansa hukum lain yang telah di langgar Tim SSB Rokan United yakni, hukum pidana.

"Ada peristiwa hukum berupa dugaan tindak pidana "penipuan" terhadap data data serta syarat dengan ancaman paling lama 7 Tahun penjara mengacu pada Pasal 266 KUHPidana," tegasnya.

Dilanjutkan Rio, dugaan kecurangan ini dilakukan SSB Rokan United sepertinya, sudah di atur sebelum pertandingan di mulai sehingga sportifitas diabaikan mestinya di junjung.

"Dugaan kecurangan itu dilakukan sudah jauh hari dengan siapa pun lawan pada liga berjenjang Piala Menpora U14 zona Provinsi Riau 2019. SSB Rokan United yang bermarkas di Rokan Hilir dalam bermain mestinya mengkuti aturan main sebab, ini tekait pembibitan pemain bukan hanya mencari jawara dan gelar". 

Beda dengan SSB Duri Galaxy  mengikuti regulasi dan aturan pertandingan hingga saat ini tetao konsisten dengan pembibitan pemain.

Nah, terkait somasi dan undangan yang dilayangkan sejak 8 Agustus 2019 lalu hingga saat ini belum ada klarifikasi dan komunikasi serta belum menerima surat balasan dari manajer dan pengurus SSB Rokan United.

Kami selaku kuasa hukum SSB Duri Galaxy bakal menunggu hingga deadline paling lambat pada Kamis 15 Agustus 2019 nanti.

"Kalau tidak ada tindak lanjut dari somasi dan undangan yang dilayangkan dari SSB Rokan United Rohil, kuasa hukum bakal melakukan upaya hukum berikutnya.

Pertama, bakal mengadukan kasus ke Menpora, Jakarta, PSSI Pusat dan Daerah, Blispi Pusat, Polda Riau serta melaporkan secara resmi dugaan tindak pidana yang di duga dilakukan manajer dan pengurus SSB Rokan United Rohil kepada pihak yang berwajib.

Menurutnya, kalau panitia sejak awal sudah siap dengan hal hal penting dalam melaksanakan hajatan tersebut. SSB Duri Galaxy saat melakukan protes sebelum pertandingan sudah terima form protes yang disiapkan panitia. Pihak panita pertandingan juga, mesti memfasilitasi protes yang diajukan SSB Duri galaxy. 

Tapi pihak panitia justru, meminta pertandingan dapat berjalan lancar, aman dan jangan ada keributan. Itu artinya, pihak panitia belum ada persiapan yang matang dalam melaksanakan hajatan se kelas Piala Menpora U14 zona Provinsi Riau. 

Contohnya, form protes tidak disiapkan oleh panitia perhelatan dan tidak memfasilitasi protes yang dilakukan SSB Duri galaxy.

Harapannya, olaharaga ini kembali kepada azasnya menjunjung sportifitas. SSB Duri Galaxy konsisten menjunjung sportifitas membina bibit bibit pemain sepak bola nantinya sebagai calon pemain nasional ke depan.

 

Berikut Ilustrasi Protes SSB Duri Galaxy ke Panitia Piala Menpora U14 Zona Riau

- Pada 11 Juli 2019, klien kami melakukan protes secara lisa kepada panitia diwakili Syafrizal Buya tentang kejanggalan yang dilakukan Tim SSB Rokan United. Tapi Protes tidak diindahkan sehingga kecurigaan makin menguat.

- Pada 13 Juli 2019, menjelang laga final antara SSB Duri Galaxy dan SSB Rokan United. Klien kami mangajukan protes kepada panitia meminta data data dari Dua Tim ditunjukkan. Pihak Rokan United mengakui data data pemain sebagian ada, sebagian lagi di bawa orang tua ke Rohil lantaran takut hilang.

- Pada 13 Juli 2019, sesudah pertandingan final kelar. Klien kami mengajukan protes lagi, soal data data pemain yang dijanjikan pihak panitia dan Rokan United ditunjukkan sebelum laga final di gelar. Namun, pihak panitia dan Rokan United tidak kunjung membuka dan menunjukkan data data pemainnya.

- Pada 17 Juli 2019, pelatih SSB Duri galaxy minta data data asli pemain Rokan United tapi panitia tidak bersedia, hanya data data photo copy yang diberikan.

- Pada 22 Juli 2019, manajer dan pengurus SSB Duri Galaxy melayangkan surat protes dan memberi biaya Rp 2 juta ke panitia.

- Pada 27 Juli 2019, panitia melayangkan surat menolak seluruhnya protes yang dilakukan SSB Duri Galaxy.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait