Gugatan Teddy Dikabulkan Hakim, Kabag Hukum Pemkab Rohul Pelit Bicara

Yahya Siregar
Gugatan Teddy Dikabulkan Hakim, Kabag Hukum Pemkab Rohul Pelit Bicara

Hakim PN Pasir Pengaraian kabulkan gugatan Anggota DPRD Rohul, Teddy. Foto Yahya.

Pasir pengaraian (katakabar) - Pengadilan Negeri (PN) Pasir pangaraian, mengabulkan seluruh gugatan perdata yang menjadi hak keuangan Anggota DPRD Rohul, Teddy Mirza Dal.

Putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Sunoto, SH MH dengan Hakim anggota, Irfan Hasan Lubis SH dan Budy Setyawan SH yang dihadiri Tergugat II, Kelmi Amri membuat Kabag Hukum Setda Kabupaten Rokan Hulu, Edy Suherman tampak tak nyaman. 

Pasalnya, seluruh bagian yang masuk kategori hak keuangan Teddy Mirza Dal dikabulkan majelis hakim pada Selasa (13/8) kemarin.

Di sidang gugatan, Teddy Mirza Dal menggugat Sekretaris DPRD Rokan Hulu, Budhia Kasino sebagai Tergugat I dan Ketua DPRD Rokan Hulu, Kelmi Amri sebagi Tergugat II atas tidak dibayarnya hak penggugat sebagai anggota DPRD Rokan Hulu yang masih aktif, pasca menjalani hukuman atas kasus yang dituduhkan.

Anggota DPRD Rohul ini mengajukan gugatan perdata, lantaran haknya sebagai Anggota Dewan tidak di bayar pihak Sekretariat DPRD Rokan Hulu. Alasnya, dirinya sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas II B Pasirpangaraian, terkait perkara pidana khusus perambahan hutan.

Lepas sidang, Humas PN Pasir pengaraian Irfan Hasan Lubis SH selaku anggota Majelis Hakim perkara, Teddy Mirza Dal mengatakan, ada Tiga item yang dikabulkan Majelis Hakim atas gugatan tersebut. Pertama, menyatakan bahwa surat Keputusan Gubernur Riau sah dan berlaku secara hukum.

Ke Dua, menyatakan bahwa Teddy Mirza Dal masih aktif sebagai Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu periode 2014 - 2019. 

Ke Tiga, menghukum Tergugat I, Budhia Kasino selaku Sekretaris DPRD Rohul membayar kerugial materil terhadap Teddy Mirza Dal sebesar Empat Ratus Enam Puluh Dua Juta Rupiah. Rinciannya meliputi,  tunjangan komunikasi intensif, tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi.

"Ada beberapa pertimbangan Majelis Hakim mengabulkan sejumlah item gugatan Teddy Mirza Dal. Penggugat  masih aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu hingga awal September 2019 nanti. Teddy belum pernah diberhentikan secara sah dan belum ada surat yang pemberhentian secara sah dari tergugat satu atau pun tergugat dua," kata Hakim Irfan.

Menurutnya, pertimbangan majelis mengacu pada Undang Undang Keuangan Negara, sampai turunannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017, mengenai Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten dan Kota.

Itu sebabnya, majelis mempertimbangkan dan memutuskan perkara ini sebab, Teddy masih sah sebagai anggota DPRD Rokan Hulu. Majelis mempertimbangkan kerugian materil sebagaimana disebutkan.

Kata Irpan, Dua item gugatan Teddy Mirza Dal yang tidak dikabulkan atau tidak dipertimbangkan majelis seperti, dana reses selama 15 bulan lantaran penggugat berada di lembaga pemasyarakatan. Begitu dengan gugatan Teddy Mirza Dal untuk advokat tidak mengabulkannya. "(Advokat) itu tanggung jawab pribadi."

Setelah sidang putusan‎, bagi pihak yang tidak puas dengan putusan majelis hakim masih bisa melakukan upaya hukum, dengan mengajukan banding atau kasasi dengan waktu 14 hari pasca putusan.

"Kita tunggu keputusan dari ke Dua tergugat. Harapannya, supaya mereka patuh dan taat terhadap putusan tadi, itu saja," tegas Irpan. 

Kuasa Hukum Teddy Mirza Dal, Efesus DM Sinaga SH mengapresiasi putusan majelis hakim PN Pasir pangaraian terhadap perkara perdata yang diajukan kliennya sudah adil.

"Putusan sudah adil, apresiasi kepad majelis hakim yang mulia. Apa yang menjadi tuntutan selama ini, akhirnya majelis hakim yang memeriksa, mengadili dan memutuskan. Kepada tergugat I dan II berharap segera merealisasiknnya, itu harapannya,"  ujar Efesus di dampingi rekannya, Ramses Hutagaol SH. 

Pihaknya siap, andai Pemkab Rokan Hulu mengajukan upaya hukum, baik banding atau kasasi. Namun, secepatnya hak Teddy direalisasikan sebab, haknya sebagai anggota DPRD Rokan Hulu periode 2014 - 2019 berdasarkan putusan hakim.

Kabag Hukum Setdakab Rokan Hulu, Edy Suherman SH setelah putusan,  bergegas meninggalkan ruang sidang. Suherman tidak memberikan keterangan dan pelit bicara kepada awak media.

"Izin dulu kepada pimpinan ya", ujar Edy Suherman sambil meninggalkan ruang sidang.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait