Di Tuding Akreditasi RSUD Bengkalis Nyungsep, Begini Penjelasan Sang Plt Dirut

Di Tuding Akreditasi RSUD Bengkalis Nyungsep, Begini Penjelasan Sang Plt Dirut

Bengkalis (katakabar) – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis, Ersan Saputra suka tidak suka dan mau tidak mau mesti bicara di ranah publik, soal akreditasi pelayanan RSUD Bengkalis yang berada di Pulau Seberang sempat viral di Dunia Maya.

"Akreditasi pelayanan di RSUD Bengkalis tetap B, tidak turun. Akredtitasi masih paripurna hingga beberapa Tahun ke depan. Kaim BPJS kesehatan di RSUD Bengkalis yang turun dari B ke C. Itu terkait rekomendasi Kementerian Kesehatan yang viral di Media Sosial," ujarnya dalam siaran persnya kemarin.

Soal klaim BPJS kesehatan yang turun kata mantan Dirut RSUD Kecamatan Mandau, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak BPJS Kesehatan Dumai.

"Kelas klaim BPJS Kesehatan yang turun tidak cuma di RSUD Bengkalis. Tapi, nyaris seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia," katanya.

Komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pasien jadi prioritas. Walau nantinya kelas RSUD Bengkalis menjadi C tapi pelayanan tetap paripurna atau kelas B.

Rumah sakit turun kelas, tidak serta merta mesti lewat beberapa tahapan. Jika kelas turun, RSUD masih bisa banding atau melakukan sanggahan kepada Kemenkes waktuny Enam Bulan lamanya, sebut Kadis Kesehatan Kabupaten Bengkalis 

Berikut ‘Kronologis Reviu Kelas RSUD Bengkalis’ Kabupaten Bengkalis

Berdasarkan surat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.04.01/I/2963/2019, tanggal 15 Juli 2019 perihal Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Reviu Kelas Rumah Sakit, bahwa sebanyak 615 Rumah Sakit Umum dan Khusus berdasarkan Provinsi dan 283 Rumah Sakit Khusus memberikan pelayanan umum di luar kekhususannya yang direkomendasikan penyesuaian kelas rumah sakit.

Beberapa hal yang dapat disampaikan terkait dengan penilaian reviu kelas, 

Pertama, RSUD Bengkalis bukanlah satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang mendapatkan rekomendasi penyesuaian kelas rumah sakit. 

Ke Dua, rekomendasi penetapan kelas rumah sakit ini dijadikan sebagai dasar perjanjian kerjasama BPJS Kesehatan dengan rumah sakit untuk pembayaran  INA-CBG’S, yang mana INA-CBG’S ini untuk menetapkan tarif setiap tindakan yang diberikan tenaga medis di rumah sakit.

Ke Tiga, instrument penilaian reviu rumah sakit yaitu sumber daya manusia kesehatan berupak Aplikasi RS Online dan Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan  (ASPAK). Berdasarkan data pada ASPAK, RSUD Bengkalis memperoleh nilai sebesar 74,82% dari standar 60%. Sedangkan sumber daya manusia (SDM), RSUD Bengkalis yang dilihat dari ketersediaan dokter sub spesialis, spesialis dan dokter gigi spesialis, nilai RSUD bengkalis 64,8% dari standar 75%.

Ke Empat, dalam rangka memenuhi SDM tersebut RSUD Bengkalis sudah melakukan MoU dengan RSUD Arifin Achmad dan RSUD Mandau dan kita telah memenuhi secara bertahap.

Ke Lima, upaya pemenuhan dokter sub spesialis di RSUD Bengkalis menghadapi beberapa hambatan dikarenakan secara geografis RSUD Bengkalis merupakan satu-satunya rumah sakit yang ada di pulau Bengkalis, sehingga dokter sub spesialis kurang tertarik untuk ke Bengkalis, karena mereka tidak bisa menggunakan 3 (tiga) SIP (Surat Izin Praktik) yang mereka miliki. Sementara jika mereka bekerja di tempat yang memiliki lebih dari 1 (satu) rumah sakit, mereka bisa menggunakan semua SIP yang dimiliki.

Ke Enam, RSUD Bengkalis telah mengajukan keberatan penetapan kelas rumah sakit ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan melampirkan data dukung sesuai batas waktu yang ditetapkan. Dan selanjutnya sesuai kewenangan Kementerian Kesehatan akan melakukan visitasi ke rumah sakit. Untuk diketahui selama ini Kementerian Kesehatan tidak pernah melakukan visitasi atau audit langsung ke rumah sakit.

Ke Tujuh, hal ini masih rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, bukan berarti RSUD Bengkalis langsung turun kelas. Dan perlu digaris bawahi bahwa masyarakat tidak terkena dampaknya, pelayanan yang diberikan tetap sama. 

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait