Wakil Rakyat di Lantik, Ini Harapan Masyarakat "Negeri Seribu Suluk"

Yahya Siregar
Wakil Rakyat di Lantik, Ini Harapan Masyarakat "Negeri Seribu Suluk"

Rokan Hulu (katakabar) - Awal September 2019 lalu, 45 anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau yang terpilih di Pemilu Legislatif Bulan April 2019 lalu di ambil sumpah dan janjinya.

Masyarakat di "Negeri Seribu Suluk" nama lain dari Kabupaten Rokan Hulu menaruh harapan besar kepada para wakil rakyat, bakal menjalankan tugas Lima Tahun ke depan.

Beban kehidupan warga khususnya bidang ekonomi cenderung tak stabil dan terjun bebas saat ini, rasanya wajar masyarakat berharap kepada 45 Caleg terpilih hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu bisa dan mampu memperjuangkan kesejahteraan rakyat. 

"Para wakil rakyat mesti betul betul menjalankan tugasnya sebagai penyambung lidah dan tidak mengabaikan aspirasi masyarakat," kata warga Ujungbatu Timur, Hasan umur 35 Tahun (35) di gedung DPRD Rohul kemarin.

"Kami, masyarakat awam cuma bisa berharap, anggota DPRD yang baru di lantik bisa tampil beda dengan anggota DPRD sebelumnya. Mereka mesti lebih pro rakyat dan tetap komit memperjuangkan apa saja yang menjadi aspirasi masyarakat."

Kata Hasan sambil memberi penilaian, sejumlah anggota DPRD periode lalu terkesan lebih banyak bermain mata dengan eksekutif dan sibuk dengan tugas luar daerah dari pada mengurus dan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya. Ini tentu merugikan rakyat jelata.

Itu sebabnya, kami sampaikan harapan ini, biar hala hal negatif bisa  di rubah para anggota dewan yang baru. Mereka, penyambung lidah masyarakat, bukan malah menjadi alat eksekutif dan hanya tahu menjalankan apa yang telah diperitahkan eksekutif, tegasnya.

Warga Ujung batu lainnya, Evi justru, sangat optimistis. Anggota DPRD yang dilantik untuk periode 2019-2024 mendatang bisa tampil beda dan lebih berani memperjuangkan aspirasi masyarakat, mengingat ada sejumlah keterwakilan pemuda.

"Kami yakin, tokoh tokoh muda yang lolos ke DPRD pada periode kali ini bakal mampu membawa perubahan dan mengembalikan lembaga DPRD seperti yang diharapkan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, tidak sekedar menjadi anggota DPRD yang duduk di kursi empuk bergoyang goyang tapi, seluruh anggota DPRD Rohul yang baru harus tahu fungsinya sebagai seorang anggota legislatif.

Dicontohkannya, pembentukan peraturan dan apa pun itu, termasuk suatu kewenangan pengalokasian anggaran dalam APBD.

"Bagi masyarakat, paling penting anggota dewan harus punya mental dan kemauan yang kuat untuk membantu masyarakat. Jangan jadi anggota dewan yang cuma duduk diam, tunggu duit, serta tidur saat sidang untuk kepentingan rakyat," tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait