Gawat Pak Presiden, Kabut Asap Tebal Serbu Duri

Gawat Pak Presiden, Kabut Asap Tebal Serbu Duri

Kabut asap Tebal serbu daerah Duri, dampaknya siswa sekolah dasar terpaksa pulang lebih awal dan diliburkan beberapa hari ke depan. Foto Sahdan.

Duri (katakabar) - Nak.., kamu mesti kuat bertahan, di tengah kabut asap tebal walau membuat mata perih dan menimbulkan sakit pernafasan sebab, duit beli beras saja orang tuamu tak punya boro boro, buat beli masker dari mana duitnya.

Pokoknya, kamu harus kuat menghadapi serbuan asap ke rongga dadamu. Ingat nak.., para pahlawan bangsa yang berjuang untuk memerdekakan republik ini, peluru musuh pun di terjangnya.

Ini baru kabut asap tebal yang datang menyerang, jangan takut, hadang dan busungkan dadamu biar petinggi republik ini tahu tanpa mereka kita sanggup bertahan menghadapi penjajahan ke dunia ke Tiga di era moderen saat ini.

Santing tebalnya kabut asap yang menyelimuti langit Duri sekitarnya, kondisi cuaca sudah level bahaya bahkan cahaya matahari Dua hari belakangan redup berwarna merah.

Dampaknya, sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP tidak mau ambil resiko, terpaksa memilih untuk memulangkan siswa lebih awal. Bahkan, sejumlah SD di daerah Mutiara Hitam nama lain dari Duri terpaksa meliburkan siswa. Kabar yang beredar sekolah libur cuma pada Selasa (10/9) besok tapi kabar lain beredar sekolah diliburkan hingga Rabu (12/9) lusa.

Dari pengamatan katakabar.com di daerah Duri sekitarnya dari Minggu (8/9) hingga Senin (9/9) sore, situasi kabut asap tambah tebal menutupi pohon kehidupan yang tumbuh sepanjang median jalan protokol, Jalan Jenderal Sudirman dan Hang Tuah.

Celakanya, kabut asap tebal hasil produksi dari kebakaran lahan dan hutan mulai merayap ke rerumputan, tanah serta aspal jalan dan terus meringsek masuk ke rumah rumah penduduk.

Situasi tambah parah, kabut asap makin tebal menjelang pergantian siang dan malam saat azan magrib terdengar sayup sayup terdengar berkumandang dari masjid dan mushalla.

"Gawat Pak Presiden, kabut asap makin tebal di malam hari. Rakyatmu kini terpapar kabut asap tebal, mata perih, dadak sesak serta penyakit lainnya bakal merebak lantaran menghirup udara yang tidak sehat."

Lihat Pak Presiden, bayi baru lahir, balita dan anak anak masih duduk di bangku sekolah dasar mesti menerima dampak polusi udara lantatan Karlahut.

Kebebasan balita dan anak anak usia sekolah terpasung, mau sekolah diliburkan, mau bermain di luar rumah takut menghirup udara yang sangat berbahaya.

Timbul pertanyaan, apakah kebebasan balita dan anak anak terenggut lantaran ulah dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kami cuma bisa mengurut dada, sabar dan terus sabar sambil menanti matahari pagi tersenyum dari ufuk Timur dan awan putih berarak menari nari di langit yang biru

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait