Peduli Bencana Kabut Asap

Guru di Mandau Turun ke Jalan Bagi Masker ke Masyarakat

Guru di Mandau Turun ke Jalan Bagi Masker ke Masyarakat

Korwilcam Pendidikan Mandau, Peppy Sumanty turung langsung bagikan masker ke masyarakat. Fot Sahdan.

Mandau (katakabar) -  Nelangsa dan prihatin melihat masyarakat khusus anak didik dan generasi penerus bangsa yang menjadi korban bencana kabut asap yang melanda daerah Duri sekitarnya satu pekan belakangan. 

Persatuan guru olahraga se Mandau turun ke jalan membagikan masker kepada warga, pengendera serta pengguna jalan pada Jumat (13/9) tadi pagi. 

Menurut Korwil Pendidikan Kecamatan Mandau Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Peppy Sumanty kepada katakabar.com sore, kegiatan peduli kepada korban bencana kabut asap dengan cara membagikan masker kepada masyarakat inisiatornya, persatuan guru olahraga se Mandau dan Korwilcam Mandau bekerjasama dengan pihak UPT Puskesmas Mandau, Pengawas Sekolah, Ketua MKKS, Pramuka dan K3S tingkat pendidikan SD dan SMP se Kecamatan Mandu.

Kata Peppy, kegiatan Guru Mandau Peduli tujuannya, guna menekan dan mengurangi lebih banyak lagi jatuh korban masyarakat khusus anak didik lantaran di serang penyakit seperti, ISPA serta penyakit lainnya yang ditimbulkan bencana kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan

"Pada kegiatan Guru Mandau Peduli, 3500 masker dibagikan kepada masyarakat". 

Ada Dua lokasi pembagian masker pertama, di Jalan Jenderal Sudirman persis di depan komplek perkantoran Kecamatan Mandau dalam 45 menit sebanyak 2000 masker dibagikan sekitar pukul 09.00 WIb pagi tadi.

Ke Dua, lokasi pembagian masker persis di pertigaan Jalan Mawar Jalan Hang Tuah Duri dilaksankan sore hari. Masker yang bakal dibagikan kepada masyarakat banyaknya sekitar 1500.

Kegiatan positif ini ujar mantan Korwil Pendidikan Kecamatan Pinggir, sangat di dukung Camat Mandau, Riki Rihardi serta mendapatkan antusias yang baik dari masyarakat.

"Mari tingkatkan kepedulian dalam berbagi antar sesama. Stop pembakaran lahan demi anak didik dan generasi penerus bangsa".

Sekedar diketahui, situasi dan kondisi bencana kabut asap yang melanda daerah Duri sekitarnya cukup parah. 

Udara sudah tidak sehat lagi telah mencapai 500 PSI disebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Dampaknya, sudah hampir sepekan lamanya siswa dari jenjang SD, SMP dan tingkat SMA terpaksa diliburkan demi keselamatan generasi penerus bangsa khusus daerah ini di masa datang.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait