ACT dan Tim Mediator PPA Bengkalis Salurkan Bantuan

Keirum Terpaku, Dapat Bantuan Sembako dan Gerobak Dorong

Keirum Terpaku, Dapat Bantuan Sembako dan Gerobak Dorong

ACT, Tim Mediator PPA Bengkalis serta anggota dewan, Rianto serahkan bantuan kepada warga kurang mampu. Foto Ist.

Duri (katakabar) - Warga Jalan Pelita 2, RT 01, Kelurahan Duri Timur Kecamatan Mandau, Keirum diam terpaku dan tak banyak bicara, saat Tim Aksi Cepat Tanggap dan Tim Mediatir PPA Duri Kabupaten Bengkalis menjambangi rumahnya memberikan bantuan berupa Sembako dan Gerobak Dorong.

Pria memakai kaos hitam tangan panjang dan celana jean sambail memeluk anak laki lakinya, sangat bersyukur dan cuma bisa berterimakasih kepada para pihak yang membantu meringankan beban hidupnya.

"Terimakasih atas bantuan Sembako dan Gerobak Dorong yang diberikan. Gerobak Dorong sangat membantu untuk mencari duit buat membiayai ekonomi keluarga", ujar Keirum dengan raut wajah haru.

ACT dan Tim Mediator PPA Duri Kabupaten Bengkalis bersama anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Rianto membantu warga kurang mampu, Keirum berawal dari adanya laporan Ketua RT setempat.

Setelah beberapa pekan lamanya, Tim Mediator PPA Duri memfasilitasi Keirum untuk mencari nafkah.

Pucuk dicinta ulam tiba, ACT bekerjasama dengan Tim Mediator PPA memberikan bantuan berupa Sembako dan Gerobak Dorong untuk pemberdayaan ekonomi.

"Luar biasa atas kesigapan ACT, warga kurang mampu sangat terbantu sebab, saat warga yang membutuhkan dilakukan dengan segera dan bantuan dari partisipasi masyarakat pula", kata Refri Amran bersama Peni Wulandari S Psi mewakili Tim Mediator PPA Kabupaten Bengkalis kepada katakabar.com Sabtu (5/10) sore.

Sebagai Tim Mediator dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Kita berusaha mencari akar permasalahan timbulnya kekerasan seperti, melihat kondisi keluarga dan lainnya. 

Soal bantuan yang diberikan meliputi, pemenuhan kebutuhan dasar salah satunya mencari nafkah.  Bantuan disalurkan lewat diskusi bersama ACT, ini usaha yang bisa dilakukan dan segera diwujudkan saat ini, kata Peni Wulandari S Psi menimpali.

"Dalam penanganan setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masuk ke Tim Mediator PPA Kabupaten Bengkalis dan Satgas P2TP2A di setiap kecamatan berbeda beda, berdasarkan urgensi dan pokok permasalahan", sebut Peni.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait