Tentang Produk Hortikultura Asal Sumut Yang Mendunia

TIindakan Karantina, Buat Jaminan Kesehatan dan Keamanan Produk

TIindakan Karantina, Buat Jaminan Kesehatan dan Keamanan Produk

Labuhan Batu Utara (katakabar) - Kepala Barantan, Ali Jamil melepas ekspor pisang kepok sebanyak 37 ton senilai Rp 170 juta dengan tujuan negara Malaysia Dua hari lalu.

Selaku otoritas karantina yang memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina.

Pisang kepok ini, mesti bebas dari target hama atau pest yang dipersyaratkan negara tujuan meliputi, Bactrocera musae dan Ralstolonia musae atau Moco disiase. Kalau sudah dipastikan aman maka Surat Kesehatan Tumbuhan atau Phyosanitary Certificate (PC) segera diterbitkan.

"Berdasarkan instruksi Menteri Pertanian, layanan pemeriksaan karantina mesti dipermudah dan dipercepat dengan tetap menjaga akurasi pemeriksaannya", ujar Jamil.

Menyiapkan layanan dengan sistim "jemput bola" dan melakukan digitalisasi ditiap layanan publik. Ini sudah menjadi tuntutan di era perdagangan dan perkarantinaan internasional", tegas Kepala Barantan.

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan (TBA), Bukhari yang mendampingi kunjungan kerja Kepala Barantan menimpali, sebagai unit pelaksana teknis Barantan, pihaknya telah menggiatkan program Agro Gemilang sejak Bulan Februari hingga saat ini.

Program Ayo Galakkan Ekspor produk pertanian Generasi Milenial Bangsa merupakan program yang digagas Barantan untuk mendorong peningkatan kinerja ekspor produk pertanian. 

Tak cuma itu, program berupa pendampingan dan bimbingan terus digalakan guna memenuhi persyaratan teknis produk pertanian di pasar global bagi pelaku usaha baru khususnya dari kalangan muda.

"Alhamdulillah, program ini diwilayah kerjanya sudah mulai membuahkan hasil. Hal ini dapat dilihat dengan peningkatan pada beberapa indikator rinciannya, peningkatan jumlah eksportir sebesar 11,2 persen, pada 2019 248 dan pasa 2018 lalu 223. 

Jumlah  tujuan  negara meningkat  8 persen pada 2019 54 dan pada 2018 lalu 50. Frekwensi yang ditandai dengan peningkatan sertifkasi karantina untuk ekspor sebanyak 13,8 persen pada 2019, 3226 dan pada 2018,  2833, kata Bukhari.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait