Kado Pahit di HUT Ke 20 2019, Rohul Predikat Penduduk Termiskin di Riau

Yahya Siregar
Kado Pahit di HUT Ke 20 2019, Rohul Predikat Penduduk Termiskin di Riau

Pasir Pengaraian (katakabar) - Tak di sangka, dibalik kemeriahan hari jadi Kabupaten Rokan Hulu yang ke 20 Tahun 2019. Rupanya Negeri Seribu Suluk mendapat kado terpahit, sebagai predikat penduduk termiskin di Provinsi Riau.

Wajar, kalau politisi Partai NasDem, Teddy Mirza Dal cukup kritis hingga menuding Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Sukiman kurang "arib dan bijaksana" menyikapi perekonomian daerah yang carut marut.

Kondisi itu diperparah dengan defisitnya APBD Rohul Tahun anggaran 2019 sebesar Seratus Miliar Rupiah sehingga berimbas kepada staknasnya ragam program yang sudah direncanakan terutama perekenomian masyarakat.

Berdasarkan catatan dan data Badan Statistik (BPS) Rohul Tahun 2018 lalu, penduduk miskin terbanyak di Provinsi Riau adanya di Kabupaten Rokan Hulu. 

Tak ayal, ini menjadi cambuk keras bagi pemerintah sekaligus rakyat yang berada di Negeri Seribu Suluk.

Tapi, Kabupaten sebagai predikat penduduk miskin terbanyak tak enak di dengar telinga  saat merayakan dan memeriahkan hari jadi ke 20 cukup mewah Tahun ini. 

Kepala Badan Statistik (BPS) Rohul, Hari Prasetyo SST MSi kepada katakabar.cok di ujung telepon genggamnya mengatakan, BPS selalu melaksanakan survei tingkat kemiskinan yang ada di Riau tiap Tahun. Tujuannya, untuk memonitoring sejauh mana kesejahteraan masyarakat Riau, terkhusus di Rohul.

“Dari presentase pasca survei, Kabupaten Meranti salah satu sebagai Kabupaten termiskin. Tapi, jika bandingkan dengan jumlah masyarakat. Kategori masyarakat misikin terbanyak  dan jatuh di Kabupaten Rokan Hulu", katanya kemarin sore. 

Kata Hari, sejak Tahun 2010 silam hingga Tahun 2018. Tingkat kemiskinan tidak mengalami penurunan atau kenaikan yang signifikan. Artinya, hingga saat ini belum ada program pemerintah yang mampu menurunkan penduduk miskin di Kabupaten yang berjuluk Negeri Seribu Suluk.

“Kurun wakru Delapan Tahun belakangan, angka kemiskinan tidak mengalami penurunan. Berdasarkan catatan, penduduk miskin di Kabupaten Rokan Hulu tercatat sebanyak 72.280 jiwa", tegas Hari.

Ini pil pahit, tidak sesuai dengan isi pidato Bupati Sukiman di Upacara Hut Rohul ke 20 pada Sabtu (12/10) lalu. Isinya, angka kemiskinan menurun di Kabupaten Rokan Hulu. 

Kalau di singkronkan dengan data sesungguhnya, bertolak belakang dengan kenyataan bahwa, Rokan Hulu berada di posisi pertama sebagai penduduk miskin terbanyak se Riau.

Berdasarkan kondisi itu, pihaknya berharap pemerintah terkait mampu membuat gagasan dan program dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat Rokan Hulu.

Ketua DPD Partai NasDem Rohul, Teddy Mirza Dal, sangat menyayangkan keputusan pemerintah daerah terkesan menghambur hamburkan duit untuk membiayai acara seremoni di Lapangan Pematang Baih Dua hari lalu.

"Anggaran untuk membiayai acara HUT infonya sangat besar dan bisa jadi cuma buat mendatangkan artis Jakarta dan daerah. Pemda Rohul mesti merogoh kocek dari APBD sebesar Lima Ratus Juta Rupiah. Duit itu sangat besar, bila digunakan untuk membiayai program perekonomian masyarakat terbantu di tengah kondisi ekonomi yang carut marut.

Andai, duit sebesar itu digunakan untuk membiayai pembangunan ruang belajar sekolah barangkali anak anak sudah belajara di ruangan bagus. Begitu pula, andai duit digunakan untuk membangun Jalan di pemukiman penduduk. Masyatakat daoat menikmati jalan yang mulus.

 

 

 


 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait