Duit Komite dan Infak Ala SMAN 1 Mandau

Duit Komite dan Infak Ala SMAN 1 Mandau

Mandau (katakabar) - Orang tua yang sekolahkan anak anaknya di Sekolah Menengah Atas bernama Negeri Satu, dari kelas Sepuluh, Sebelas dan Dua Belas sudah hampir setahun belakangan mesti merogoh kocek sebesar Lima Puluh Ribu per Bulan buat bayar Duit Komite.

Tak cuma itu, para siswa sekolah yang berada di kompklek perumahan PT Chevron ini pun dibebani infak buat biaya pembangunan mushala. 

Beredar kabar pembangunan mushala sudah hampir rampung pembangunannya membutuhkan biaya yang tak sedikit, ditaksir biayanya mencapai Dua Ratus Juta Rupiah. 

Kepala SMAN 1 Mandau, Dra Fazriyanti membenarkan duit komite di kutip sebesar Lima Puluh Ribu per Bulan dan meminta duit infak kepada seluruh siswanya dari kelas Sepuluh, Sebelas hingga kelas Dua Belas.

"Betul, duit komite di kutip sebesar Lima Puluh Ribu per Bulan dan meminta duit infak kepada siswa", ujarnya kepada sejumlah awak media pada Rabu (16/10) pagi, Dua hari lalu.

Kata Fazriyanti, duit komite yang di kutip sebesar Lima Puluh Ribu per siswa per Bulan digunakan untuk gaji guru honorer dan membiayai kegiatan ekstrakorikuler dan lomba siswa yang mengikuti ragam perlombaan khusua ke luar daerah.

"Kalau duit komite tidak di kutip dari mana duit untuk menggaji guru honorer dan membiayai kegiatan ekstrakorikuler dan lainnya", katanya.

Dana Bosda dari Pemprov Riau ada sebesar Empat Ratus Ribu Rupiah per siswa per Tahun. Duit itu habis untuk membayar gaji guru honorer saja. Lantas, untuk membiayai kegiatan ekstrakorikuler siswa tadi di ambil dari duit komite yang di kutip per Bulannya.

Soal pengutipan duit komite ujar Kepala SMAN 1 Mandau, pihak sekolah sudah pernah diperiksa Inspektorat Pemprov Riau. Tak masalah, bahkan Inspektorat Pemprov Riau menganjurkan SMAN lainnya kalau mau kutip duit komite belajar ke SMAN 1 Mandau.

Dalam mengutip duit komite selama ini, pengelala dana transparan dan surat pertanggungjawaban ada seperti, penggunaan dan diperuntukkan duit buat apa semuanya lengkap.

"Saya tidak takut kalau pun dinonaktifkan dari kepala sekolah. Saya punya niat baik untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 1. Itu semua mesti punya dana agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan", tegasnya.

Masih Fazriyanti, soal pengutipan infak kepada seluruh siswa, pihak pengurus dan pengelola pembangunan mushala yang mengimpulkan duit infak. 

Realisasi duit infak ada, buktinya pembangunan mushala sudah hampir rampung. Pengerjaannya tinggal pasang jendela dan masih butuh biaya kurang lebih Tiga Puluh Juta Rupiah biar kelar pembangunan mushala.

Pembangunan mushala walau belum rampung tapi sudah digunakan untuk tempat ibadah dan rohis anak didik. 

Lagi, saya punya niat baik untuk membangun akhlak dan budi pekerti anak didik lewat pendidikan dan kegiatan agama islam. Dengan adanya mushala sebagai tempat kegiatan agama islam, saya percaya anak didik bakal punya karakter yang bisa diandalkan bidang agama islam.

"Kalau semua mesti mengikuti peraturan dan perundang undangan, gimana mau berbuat untuk kemajuan pendidikan sekolah. Padahal, program yang dilaksanakan sangat bermanfaat bagi anak didik dan kemajuan pendidikan di sekolah. Intinya, mesti berani walau tidak sesuai dengan peraturan dan perundang undangan", tandasnya.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait