Tentang Bunga Telang dan Perempuan Sungai Berbari Itu

Tentang Bunga Telang dan Perempuan Sungai Berbari Itu

Bunga Telang yang tumbuh subur hasil tanaman Devi di kampungnya di kawasan Sungai Berbari Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak, Riau. Foto: Ist

Siak, katakabar.com - Biasanya orang hanya menikmati teh berwarna merah gelap meski ada juga Teh Hijau. Tapi belakangan, sudah muncul pula Teh Biru. 

Yang membikin ini seorang perempuan cantik nun jauh di sebuah kampung bernama Sungai Berbari Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak, Riau. Gara-gara Teh Biru itu, dia menghitung hari untuk terbang ke Jakarta. 

Menerima penghargaan sebagai Pemuda Pelopor 2019 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tak tanggung-tanggung, dia didaulat sebagai juara satu bidang pangan. 

Dua tahun lalu, perempuan 25 tahun itu memanut-manut gambar tanaman indah yang ada di ponsel pintarnya. Penasaran yang sudah membuncah mendorong dia tak berpikir panjang lagi mengunggah gambar bunga itu ke Instagramnya. Mana tahu, ada yang punya tanaman itu.   

Namanya Bunga Telang (Clitoria Ternate). Devi Pratiwi sudah dan bahkan sering menengok tanaman ini tumbuh di sekitar tempat kosnya saat dia masih kuliah di Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.

Yang membikin Devi semakin penasaran dengan bunga tadi, selain indah, ternyata juga banyak manfaatnya bagi kesehatan. Bunga ini punya zat antioksidan yang mumpuni. Begitulah yang dia baca dari sebuah artikel tentang bunga itu. 

Tak butuh waktu lama, unggahan Devi tadi direspon oleh seseorang dan mengajaknya ketemuan. "Dia ingin menunjukkan kalau bunga seperti yang aku unggah itu banyak tumbuh di jalan menuju rumahnya," cerita alumni SMPN 1 Bungaraya ini.

Singkat cerita, Devi meminta bibit bunga tadi untuk dia tanam di pekarangan rumahnya "Enggak susah kok  merawatnya," kata Devi. 

Sebulan berlalu, bunga itu nampak tumbuh subur. Devi kemudian memetik sebahagian tangkainya untuk dijadikan bibit. Syukur-syukur bisa tumbuh subur pula.  

Dan ternyata, setelah 2-3 bulan, bunga-bunga yang ditanam tadi tumbuh subur dan yang tumbuh lebih dulu sudah berbunga dan mekar berwarna biru. "Asyik melihatnya, biru semua," Devi tertawa. 

Kecantol dengan keindahan bunga tadi membuat Devi tak capek cerita kepada kawan-kawannya tentang bunga itu. Lantaran dicekoki terus dengan cerita itu, lambat laun teman-teman Devi kecantol pula.  

Tapi Devi kemudian tidak membiarkan mereka hanya menanam Bunga Telang itu. Tapi sebisa mungkin diselipi juga dengan tanaman sayuran, buah, cabe dan terong. Hitung-hitung memanfaatkan pekarangan yang tak produktiflah. 

"Menengok bunganya banyak yang sudah mekar, saya jadi kepikiran untuk menjadikan kembang itu minuman seduhan, toh yang saya baca, bunga itu bagus untuk kesehatan. Ada antioksidannya," ujar Devi.

Devi pun langsung uji coba. Kembang-kembang biru tadi dia keringkan dan kemudian dijadikan teh seduh. Lantaran warnanya biru, Devi spontan saja mengatakan Teh Biru. 

Beres uji coba dan rasanya khas, Teh Biru itu mulai dia bagikan ke keluarga dan tetangga. Respon mereka bagus. Mungkin lantaran aroma Teh Biru tadi khas. Lambat laun, semua masyarakat kampungnya sudah merasakan Teh Biru tadi. 

Respon positif itu sontak membikin Devi semakin semangat untuk membudidayakan Bunga Telang itu. Yang tadinya cuma sekadar menanam, Devi pun mulai mengumpulkan teman-temannya untuk mendirikan kelompok berkebun. Namanya 'Siak Berkebun'. 

Tak butuh waktu lama kelompok ini dikenal dan banyak masyarakat dari luar kampung datang mencari tahu tentang Bunga Telang itu. Mulai sekadar menengok hingga belajar bertanam dan meminta bibit. 

Biar kelompok itu lebih dikenal, Devi mendaftarkan 'Siak Berkebun' tadi ke jejaring Indonesia Berkebun. 

Dan akhirnya, pada Desember 2018, kelompok itu berkembang menjadi 8 kelompok. "Di kelompok ini, fokus kita adalah Bunga Telang. Kami pernah pamerkan juga di Pasar Rumah Pohon Siak. Adik-adik SMA pun tertarik," katanya. 

Lalu sering juga Devi dan kawan-kawan ikut kegiatan kuliner dan mengisi stand pameran di beberapa iven. Mereka memperkenalkan Teh Biru itu.

"Tak terasa, masyarakat Siak hingga sejumlah kabupaten di Riau sudah mengenal Teh Biru dan kemudian memesan produk kami," ujarnya.

Belakangan, orang dari luar Riau seperti Jambi, Palembang, Sumut dan Aceh juga sudah memesan Teh Biru itu. "Kami pernah kehabisan stok lantaran banyak yang memasan," katanya.

Bunga Telang itu kata Devi sudah berbunga pada umur 2-3 bulan. Jarak tanam 50x100 sentimeter. "Setiap hari ada saja yang mekar. 100 gram kembang basah akan menjadi 10 gram kembang kering siap seduh," rinci Devi. 

Kembang kering tadi kemudian dikemas dalam kemasan 4 gram dengan banderol Rp10 ribu perbungkus. "PIRT dari  Dinas Kesehatan Siak sudah ada," katanya.

Dalam seminggu kata Devi, dia dan kawan-kawan bisa menjual 100 bungkus. Ini berarti dalam sepekan mereka bisa mengantongi duit Rp1 juta. 

Menengok tereboson yang dibikin Devi ini, Pemerintah Kabupaten Siak menobatkan dia sebagai Pemuda Pelopor Nasional 2019 di Siak.

Dan 28 Oktober nanti, Devi sudah terbang ke Jakarta. "Ada 15 orang terbaik se Indonesia yang terpilih untuk 5 kategori. Tapi yang dapat penghargaan hanya peringkat satu sampai tiga. Saya peringkat pertama di bidang pangan dan satu-satunya dari Riau. Penghargaan ini akan diberikan pada upacara Sumpah Pemuda di Istana Negara," katanya.


Reporter: Sahril

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait