Di SMAN 2 Bengkalis, Dinskes Bengkalis Lounching Posbindu PTM

Di SMAN 2 Bengkalis, Dinskes Bengkalis Lounching Posbindu PTM

Lounching Posbindu PTM di SMAN 2 Bengkalis. Foto Ist.

Bengkalis (katakabar) – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis meluncurkan dan lounching Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di SMAN 2 Bengkalis, di Pulau Seberang awal Pekan Pertama Nobember 2019 lalu.

"Kegiatan peluncuran Posbindu PTM di SMA Negeri 2 Bengkalis merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Bengkalis dalam pembangunan bidang kesehatan di daerah ini. Guna sebagai salah satu usaha mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal", kata Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, Ersan Saputra. 

Rangkaian kegiatan lounching Posbindu PTM dimulai senam bersama terus makan buah bersama. Berikutnya, penyuluhan tentang manfaat makan sayur dan buah serta soal kanker Payudara oleh Kader Posbindu di SMA Negeri 2 Bengkalis.

Setelah itu, penyuluhan tentang peran dan fungsi Posbindu PTM oleh Kepala Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Bengkalis, Hj Nurbaiti Johan.

Lalu, penyerahan sertifikat kepada kader Posbindu kepada 4 orang siswa SMA Negeri 2 Bengkalis. Baru launching Posbindu PTM oleh Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis yang diwakilkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar

Di ending acara, dilakasanaka  pemeriksaan asam urat, gula darah, tekanan darah dan kolesterol terhadap 100 orang meliputi, majelis guru dan siswa SMA Negeri 2 Bengkalis.

Dipilihnya SMA Negeri 2 Bengkalis sebagai tempat peluncuran Posbindu PTM sebab, guru UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) di Satuan Pendidikan yang berada di jalan Pramuka Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, sudah dilatih di tingkat Provinsi Riau.

Launching ini sebagai tindak lanjut pelatihan yang mereka ikuti beberapa waktu lalu di Pekanbaru,” ujar Alwijar.

Untuk selanjutnya bakal dibentuk Posbindu di SLTA sederajat dan juga di instutusi institusi pemerintah di seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis.

Tujuan pembetukan Posbindu PTM di sekolah, untuk mengatasi gangguan obesitas, diabetes mellitus ‘kencing manis’, hipertensi, dan perilaku merokok pada siswa, majelis guru dan karyawan di sebuah Satuan Pendidikan.

Dalam pelaksanaannya Posbindu dapat diintegrasikan ke dalam program UKS dan Penyuluhan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi anak sekolah yang sudah terlebih dahulu berjalan.

Di Posbindu PTM bisa dilakukan deteksi dini melalui screening pada faktor risiko. Deteksi dini gejala asam urat, hipertensi, kadar gula darah, koletsterol, asma, dan beberapa penyakit lainnya.

“Sasaran dari Posbindu PTM, penduduk usia 15 tahun ke atas. Jika ditemukan gejala bakal dirujuk ke Puskesmas atau RSUD, guna memperoleh pelayanan lebih lanjut", tandasnya.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait