Kadis PU Siak : Tanah Amblas 5 Meter Karena Bekas Aliran Sungai

redaksi
Kadis PU Siak : Tanah Amblas 5 Meter Karena Bekas Aliran Sungai

Jalan Ambles di Siak

Pekanbaru, katakabar.com - Jalan nasional lintas dari Pekanbaru menuju pelabuhan Tanjung Buton Kecamatan Pusako Kabupaten Siak Provinsi Riau amblas Kamis (7/11) pagi. Amblasnya tanah itu berangsur sejak Rabu malam hingga pagi tadi.

Awalnya, warga sekitar mengaku melihat diduga meteor jatuh di lokasi sebelum jalan itu amblas. Namun Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Siak Irving Kahar Arifin membantah keterangan warga tersebut.

"Bukan meteor, struktur jalan yang amblas itu dulunya aliran sungai yang ditimbun jadi jalan. Sudah puluhan tahun lalu," ujar Irving saat dihubungi.

Irving menjelaskan, jalur sungai itu memang debit airnya tidak deras seperti sungai lainnya, kemudian pada zaman dulunya, sungai itu justri ditimbun dan dipermak sedemikian rupa hingga menjadi jalan lintas.

"Aliran sungai dengan diebit air yang tidak begitu besar, ditinbun jadi jalan. Saya tidak ingat persis tahun berapa, tapi yang jelas sudah lama sekali, sebelum didirikan Kabupaten Siak," kata Irving.

Irving menyebutkan, sebelum amblas sudah ada tanda-tanda ketika jalan itu digenangi air. Irving yang langsung melihat ke lokasi, mengatakan trcuk pengangkut cangkang itu salah satu penyebab tanah itu amblas.

"Akhir-akhir ini musim hujan, sehingga membuat tanah bekas timbunan itu mudah amblas. Truck itu muatannya 50 ton, pas pula parkir di atas tanah bekas aliran sungai, lalu perlahan-lahan amblas," ucap Irving.

Selain itu, kedalaman tanah yang amblas hanya sekitar 5 meter dan bukan 43 meter. Namun, untuk panjang jalan yang terdampak mencapai 100 meter. Sedangkan tanah gambut di sana dalamnya mencapai 10 meter.

"Truck tenggelam di kedalaman 5 meter. Bisa lebih dari itu, karena kedalaman timbunan itu sampai 10 meter. Sampai sekarang masih terus bergerak ke dalam," kata Irving.

Irving menjelaskan, penurunan tanah atau amblas diperkirakan awalnya pada jalur itu merupakan alur sungai kecil yang mengarah ke danau Naga Sakti.

"Namun ketika jalan tersebut dibangun oleh Caltex, mereka mengalihkan dan memindahkan alur sungai itu menjadi parit dan drainase di sepenjang jalan. Crossingnya melalui box culvert yang mengerahkan ke saluran atau anak sungai menuju danau Naga Sakti," katanya.

Sekitar 1 minggu yang lalu, kata Irving, penurunan jalan sudah terasa, dipicu juga dengan curah hujan yang cukup besar.

Menurutnya, Kasatker pembangunan jalan nasional 2 medan telah membuat usulan untuk dikaji ulang oleh kementerian PUPR, terhadap solusi penanganan karena jalan yang sudah dibangun oleh PT MUK juga mulai terjadi penurunan

"Kejadian awalnya Rabu tadi malam, jam 20.30 Wib, mobil perusahaan yang membawa cangkang dengan muatan 50 -58 ton terperosok di jalan tersebut dan tidak bisa bergerak. Bahkan cenderung semakin terbenam," kata Irving.

Dari hasil di lapangan, pihaknga membuat dpenanganan dengan 2 opsi. Yaitu opsi jangka pendek debgan membuat jalan sementara di bahu jalan sebelah ROW jalan nasional sedanngkan opsi kedua dilaporkan ke pemerintah pusat untuk ditangani secara permanen.

"Ada sebagian tanah keras, karena kan tidak semuanya aliran sungai. Nah jalan yang di sebelahnya itu tadi kami bersihkan dengan alat berat, supaya kendaraan bisa melintas," jelas Irving.

Kasat Lantas Polres Siak AKP Birgitta Atvina Wijayanti mengatakan, amblas tanah itu terjadi sejak Rabu (6/11) malam hingga keesokan paginya. Ketika itu, truck angkutan cangkang sedang terparkir di atas tanah karena sedang rusak.

"Truck itu sedang mogok, ditinggal pergi oleh sopirnya. Lalu tiba-tiba tanahnya amblas, berangsur-angsur sejak tadi malam jam 10, sampai pagi tadi," kata Gita.

Saat ini Gita berada di lokasi bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Siak.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait