Pecah Kongsi dengan Sriwijaya Air, Saham Garuda Indonesia Anjlok

redaksi
Pecah Kongsi dengan Sriwijaya Air, Saham Garuda Indonesia Anjlok

Pesawat Garuda Indonesia

Pekanbaru, katakabar.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Sriwijaya Air kembali meregang karena masih ada beberapa hal yang belum diselesaikan oleh kedua belah pihak. Padahal, kedua maskapai ini sempat kembali lanjutkan kerjasama awal Oktober lalu, setelah sempat menegang.

Akibat pernyataan tersebut, saham Garuda Indonesia dengan kode saham GIAA hari ini terjun ke zona merah. Tercatat, saham GIAA anjlok hingga ke level terendah di Rp 565 per unit.

Padahal, saham maskapai pelat merah ini sempat naik ke Rp 600 per unit. Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), volume saham yang ditransaksikan mencapai 6,25 juta unit senilai Rp 3,62 miliar.

Dalam keterangan yang diperoleh, Direktur Perawatan dan Servis Garuda Indonesia Iwan Joeniarto mengatakan, hal ini dikarenakan masih ada beberapa hal yang belum diselesaikan oleh Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

"Karena keadaan dan beberapa hal yang belum diselesaikan oleh kedua belah pihak, kami memberi tahu bahwa Sriwijaya sedang melanjutkan bisnis sendiri," kata Iwan, Kamis (7/11).

Dengan demikian, Iwan melanjutkan, hubungan antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group akan dilanjutkan pada basis business-to-business.

Sempat Rujuk

Pada Oktober 2019 lalu, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia kembali melanjutkan kerjasama setelah sempat terjadi dispute (perselisihan) antar keduanya dalam Kerja Sama Manajemen (KSM).

Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra mengatakan, Garuda Indonesia Group menyepakati komitmen bersama untuk terus melanjutkan KSM dengan pemegang saham Sriwijaya Air Group. Kesepakatan bersama ini sejalan dengan komitmen awal sinergi KSM dalam memperkuat kinerja operasi Sriwijaya Air Group sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem industri penerbangan yang sehat.

Juliandra mengungkapkan, pihaknya percaya ekosistem industri penerbangan yang sehat merupakan kunci penting dalam peningkatan daya saing industri penerbangan nasional yang saat tengah mengalami masa-masa sulit.

Dalam kesempatan serupa, Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar Marta Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung layanan operasional penerbangan Sriwijaya Group.

"Sejalan dengan komitmen seluruh pihak dalam mengedepankan aspek keselamatan penerbangan, GMF Aero Asia berkomitmen untuk senantiasa memberikan kebutuhan teknis layanan operasional Sriwijaya Air Group," ujarnya.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait