Soal Dugaan Buang Limbah Cair Ke Sungai Ngaso

DLH Rohul Diminta Tutup PKS Milik PT LBPI

Yahya Siregar
DLH Rohul Diminta Tutup PKS Milik PT LBPI

Air Sungai Ngaso Berubah Warna Lantaran Kuat Dugaan Tercemar Limbah PKS. Foto Yahya.

Ujungbatu (katakabar) - PT Lubuk Bendahara Palma Industri yang bergerak di bidang pabrik kelapa sawit yang berada di Kecamatan Ujungbatu sudah pernah dijatuhi sanksi administrasi paksaan dari pemerintah lantaran membuang limbah ke Sungai Ngaso.

Tapi, tetap bandel dan melanggar aturan. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup Rokan Hulu diminta segera menutup pabrik kelapa sawit milik PT LBPI, tegas, Kepala Desa Ujungbatu Timur, Hardianto kepada katakabar.com pada Kamis (7/11) siang.

Perusahaan sudah pernah diberi peringatan untuk memperbaiki saluran limbah biar baku mutu air standar. Tapi,  tidak serius menanggapi, perusahaan tetap membuang limbah ke Sungai Ngaso. Dampaknya, Sungai Ngaso tercemar limbah cair akibatnya ribuan ikan mati. Bahkan ekosistem yang ada di daerah alairan sungai rusak dan pada mati.

"Ribuan ikan mati ditemukan timbuk ke permukaan Ssmungai Ngaso. Diduga lantaranblimbah yang berasal dari hulu sungai lokasi pabrik kelapa sawit PT Lubuk Bendahara Palma Industri (LBPI)

Itu sebabnya, DLH Rohul lebih aktif mengawasi perusahaan perusahaan nakal yang semau gue membuang limbah sembarangan tanpa memperhatikan baku mutu yang di buang berdampak kepasa lingkungan serta ekosistem. Kalau bandel,  DLH Rohul mesti berani untuk menutup PT LBPI.

"Selama ini ujar Hardianto, masih berharap kepada pihak Manajemen PT LBPI dapat memenuhi persyaratan peraturan yang telah ada. Jangan korbankan lingkungan seperti peristiwa lalu. Hal itu, mestinya menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan. Apalagi  PT LBPI sudah mendapat sanksi dari DLH, limbah tetap di buang ke sungai, PT LBPI segera ditutup".

Hingga berita ini diterbitkan, pihak menejemen PT LBPI belum bersedia memberikan penjelasan soal dugaan pencemaran Sungai Ngaso lantaran limbah cair. 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait