Gubernur Riau Cuek Soal Jalan Amblas 5 Meter, Pemkab Siak Buat Alternatif

redaksi
Gubernur Riau Cuek Soal Jalan Amblas 5 Meter, Pemkab Siak Buat Alternatif

Jalan menuju Tanjung Buton ambles

Pekanbaru, katakabar.com - Jalan nasional lintas dari Pekanbaru menuju Pelabuhan Tanjung Buton Kecamatan Pusako Kabupaten Siak Provinsi Riau amblas sekitar 5 meter Kamis (7/11) pagi. Itu disebabkan sebuah truck perusahaan yang mengangkut cangkang sawit melintasi jalan aspal tersebut.

Gubernur Riau Syamsuar saat dihubungi enggan memberikan komentar soal jalan amblas itu. Bahkan pesan WhatsApp juga tidak dibalas meskipun dibaca. Padahal jalur tersebut sangat penting bagi ekonomi masyarakat, karena para pelaku bisnis melewatinya menuju pelabuhan Tanjung Buton.

Penanganan amblesnya jalan itu hanya dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Siak. Kadis PU Siak, Irving Kahar Arifin mengaku sudah melakukan solusi agar jalan menuju pelabuhan strategis itu tetap bisa dilalui. Dia langsung menurunkan tim ke lokasi sejak pagi tadi.

“Sejak kejadian, kami langsung bawa alat berat ke lokasi. Untuk sementara waktu, kendaraan dialihkan ke jalan alternatif ke Kecamatan Sungai Apit,” kata Irving.

Meski demikian, Pemkab Siak dan kepolisian melarang truck besar bertonase berat. Sebab, truck itu yang menjadi penyebab jalan amblas. Karena dominan truck melebihi kapasitas di atas 50 ton.

“Jalan alternatif ini jalan kabupaten hanya kemampuan dilintasi 8 ton. Truck yang tenggelam itu tonase di atas 50 ton, makanya tadi malam jadi ambles,” ucap Irving.

Menurutnya, Kasatker pembangunan jalan nasional 2 medan, telah membuat usulan untuk dikaji ulang oleh kementerian PUPR terhadap solusi penanganan. Karena jalan yang sudah dibangun oleh PT MUK, juga mulai terjadi penurunan.

"Kejadian awalnya Rabu tadi malam, jam 20.30 Wib, mobil perusahaan yang membawa cangkang dengan muatan 50 -58 ton terperosok di jalan tersebut dan tidak bisa bergerak. Bahkan cenderung semakin terbenam," kata Irving.

Dari hasil di lapangan, pihaknya membuat penanganan dengan 2 opsi. Yaitu opsi jangka pendek dengan membuat jalan sementara di bahu jalan sebelah ROW jalan nasional sedangkan opsi kedua dilaporkan ke pemerintah pusat untuk ditangani secara permanen.

"Ada sebagian tanah keras, karena kan tidak semuanya aliran sungai. Nah jalan yang di sebelahnya itu tadi kami bersihkan dengan alat berat, supaya kendaraan bisa melintas," jelas Irving.

Irving menyebutkan, struktur jalan yang amblas itu dulunya aliran sungai yang ditimbun jadi jalan. Sudah puluhan tahun lalu, dibangun oleh PT Caltex, perusahaan minyak yang dikelola pihak asing.

Jalur sungai itu memang debit airnya tidak deras seperti sungai lainnya. Kemudian pada zaman dulunya, sungai yang mengarah ke danau Naga Sakti itu justru ditimbun dan dipermak sedemikian rupa hingga menjadi jalan lintas.

“Caltex lah yang mengalihkan dan memindahkan alur sungai itu menjadi parit dan drainase di sepanjang jalan. Crossingnya melalui box culvert yang mengerahkan ke saluran atau anak sungai menuju danau Naga Sakti," katanya.

Irving mengatakan, sebelum jalan itu amblas oleh truck pengangkut cangkang, sudah ada tanda-tanda ketika jalan itu digenangi air. Irving yang langsung melihat ke lokasi, mengatakan trcuk pengangkut cangkang itu salah satu penyebab tanah itu amblas.

"Akhir-akhir ini musim hujan, sehingga membuat tanah bekas timbunan itu mudah amblas. Truck itu muatannya 50 ton, lalu melintasi jalan itu dan terperosok di atas tanah bekas aliran sungai, lalu perlahan-lahan amblas," ucap Irving.

Kedalaman tanah yang amblas hanya sekitar 5 meter. Namun, untuk panjang jalan yang terdampak mencapai 100 meter. Sedangkan tanah gambut di sana dalamnya mencapai 10 meter.

"Truck tenggelam di kedalaman 5 meter. Bisa lebih dari itu, karena kedalaman timbunan itu sampai 10 meter. Sampai sekarang masih terus bergerak ke dalam," kata Irving.

Sekitar 1 minggu yang lalu, kata Irving, penurunan jalan sudah terasa, dipicu juga dengan curah hujan yang cukup besar.

Kasat Lantas Polres Siak AKP Birgitta Atvina Wijayanti mengatakan, amblas tanah itu terjadi sejak Rabu (6/11) malam hingga keesokan paginya. Ketika itu, truck angkutan cangkang sedang terparkir di atas tanah karena sedang rusak.

"Truck itu sedang mogok, ditinggal pergi oleh sopirnya. Lalu tiba-tiba tanahnya amblas, berangsur-angsur sejak tadi malam jam 10, sampai pagi tadi," kata Gita.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait