Geng Narkoba Diduga Bunuh Sembilan Warga AS di Meksiko

redaksi
Geng Narkoba Diduga Bunuh Sembilan Warga AS di Meksiko

keluarga as korban pembunuhan geng narkoba meksiko. ©REUTERS/Jose Luis Gonzalez

Pekanbaru, katakabar.com - Pria bersenjata membuah sembilan perempuan dan anak-anak dalam serangan berdarah terhadap warga Amerika Serikat di Meksiko selama bertahun-tahun, mendorong Presiden AS Donald Trump menawarkan bantuan kepada Meksiko untuk melawan kartel narkoba yang diyakini berada di belakang serangan itu.

Sembilan orang ini terbunuh dalam serangan Senin siang di perbatasan Chihuahua dan Sonora, wilayah asal keturunan LeBaron, Langford, Miller, dan keturunan Meksiko-Amerika, anggota komunitas Mormon yang memisahkan diri yang menetap di perbukitan dan dataran Meksiko utara beberapa dekade yang lalu. Sebuah video yang diunggah di media sosial menunjukkan bekas kendaraan yang hangus dan penuh dengan lubang peluru.

”Ini rekamannya,” kata pria yang berbicara bahasa Inggris dengan aksen Amerika dalam video tersebut.

"Nita dan empat cucu saya dibakar dan ditembak," kata pria itu, tampaknya merujuk pada Rhonita LeBaron, satu dari tiga perempuan yang tewas dalam serangan itu, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/11).

Reuters tidak dapat memverifikasi video tersebut.

Kerabat korban, Julian LeBaron, menyebut insiden tersebut sebagai pembantaian dan mengatakan beberapa anggota keluarganya dibakar hidup-hidup.

Dalam pesan singkat yang dikirim kepada Reuters, Julian LeBaron menulis empat pria, dua gadis dan tiga perempuan dewasa dibunuh. Beberapa anak-anak yang melarikan diri dalam serangan itu hilang beberapa jam ke pinggiran kota sebelum ditemukan.

Dia mengatakan belum jelas siapa pelaku serangan.

"Kami tidak tahu kenapa, meskipun mereka telah menerima ancaman tidak langsung. Kami tidak tahu siapa yang melakukannya," katanya kepada Reuters.

Lima anak-anak yang terluka dilarikan ke rumah sakit di Tucson, Arizona, dan seorang anak laki-laki berada dalam kondisi kritis dirujuk ke sebuah rumah sakit di Phoenix, demikian disampaikan Lafe Langford, keluarga korban yang bibi dan sepupunya dibunuh dalam serangan, melalui telepon dari Louisiana.

Diduga Korban Salah Sasaran

Menteri Keamanan Meksiko, Alfonso Durazo mengatakan sembilan korban, bepergian menggunakan beberapa mobil, kemungkinan korban salah sasaran, mengingat tingginya jumlah konfrontasi kekerasan di antara geng narkoba yang berperang di daerah tersebut.

Tetapi keluarga besar LeBaron sering berkonflik dengan para penyelundup obat terlarang di Chihuahua dan kerabat korban lainnya mengatakan para pembunuh pasti tahu siapa yang mereka targetkan.

"Kami tinggal di sini lebih dari 50 tahun. Tidak ada orang yang tidak mengenal mereka. Siapa pun yang melakukan ini dalam keadaan sadar. Itu yang paling menakutkan," kata Alex LeBaron, seorang kerabat korban, di salah satu desa yang dihuni keluarga besar LeBaron.

Semua korban yang meninggal merupakan warga AS, lanjutnya, dan sebagian dari korban memiliki dua kewarganegaraan, AS dan Meksiko. Mereka diserang saat berkendara dalam konvoi mobil yang berisi para perempuan bersama 14 anak-anak. Beberapa dari mereka menuju ke bandara Tucson untuk menjemput kerabat.

Jaksa penuntut di Sonora, tempat mayat ditemukan di tiga lokasi terpisah, mengatakan anggota keluarga yang disergap telah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat melalui Chihuahua.

Mayat perempuan dan empat anak yang hangus ditemukan di Chevrolet Tahoe yang terbakar di dekat desa San Miguelito, sementara mayat seorang perempuan dan dua anak ditemukan di pinggiran kota sekitar 18 kilometer.

Mayat perempuan ketiga ditemukan sekitar 15 meter dari pinggiran kota dekat perbatasan Sonora-Chihuahua.

Jaksa mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki apakah seorang pria yang ditangkap di Agua Prieta, Sonora dengan senjata dan amunisi kemungkinan terlibat dalam pembunuhan itu.

Para korban adalah anggota komunitas kecil La Mora, Sonora, yang didirikan beberapa dekade yang lalu oleh "perintis" yang memisahkan diri dari gereja Mormon, kata Langford.

"Mereka menjadi sasaran dan mereka sengaja dibunuh," kata Langford, yang tumbuh di La Mora dan memiliki rumah di sana.

Trump Ajak Meksiko Perang Lawan Kartel Narkoba

Presiden Trump memuji upaya Presiden Meksiko, Lopez Obrador dalam memberantas kartel namun menurutnya perlu upaya lebih untuk melawan mereka.

"Inilah saatnya bagi Meksiko, dengan bantuan dari AS, mengobarkan perang melawan kartel narkoba dan membasmi mereka dari muka bumi," cuitnya di Twitter menanggapi pembunuhan sadis tersebut.

Trump kemudian berbicara melalui telepon dengan Obrador, dan menawarkan langsung bantuan untuk menyeret pelaku ke pengadilan. Sebelum panggilan telepon itu, Lopez Obrador menolak apa yang disebutnya intervensi pemerintah asing.

Meksiko telah menggunakan kekuatan militernya dalam perang melawan kartel narkoba sejak tahun 2006. Terlepas dari penangkapan atau pembunuhan gembong utama, upaya tersebut tidak berhasil mengurangi kekerasan narkoba dan telah menyebabkan lebih banyak pembunuhan ketika kelompok-kelompok kriminal bertarung antar kelompok mereka sendiri.

Meksiko khususnya di kawasan barat laut telah menjadi rumah bagi komunitas kecil yang terkait dengan Mormon dan Mormon yang berasal dari AS sejak akhir abad ke-19. Para pemukim Mormon awal di Meksiko melarikan diri dari ancaman penangkapan di AS karena melakukan poligami. Praktik poligami dijalankan sejumlah warga Mormon yang semakin berkurang di Meksiko.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait