Soal BMPT Kator Camat Bathin Solapan Rp 10 Miliar

LPPAN RI Sebut Sudah Malaporkan Dugaan "Mark Up" BMPT ke KPK Jakarta

LPPAN RI Sebut Sudah Malaporkan Dugaan "Mark Up" BMPT ke KPK Jakarta

Duri, katakabar.com - Belanja Modal Pengadaan Tanah (BMPT) kurang lebih seluas Empat hektar untuk lokasi pembangunan kantor Camat Bathin Solapan sebesar Sepuluh Miliar Rupiah dari APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2018 silam, tidak masuk akal.

Soalnya, harga tanah seluas Empat hektar untuk lokasi pembangunan kantor Camat Bathin Solapan terlalu tinggi dan sangat mahal berdasarkan posisi tanah yang berada di kawasan Desa Sebangar persisnya sebelah kiri Jalan Lintas Duri - Dumai kilometer 14 Kulim dari arah Kecamatan Mandau.  

Santing mahalnya BMPT yang dibiayai dari APBD Kabupaten Bengkalis 2018 silam notabene duit Rakyat untuk lokasi pembangunan kantor Camat Bathin Solapan menuai kontroversi dan spekulasi di ranah publik.

Lembaga Penyelamatan dan Pemanfaatan Aset Negara (LPPAN) RI mencium adanya dugaan kejanggalan dan ketidakberesan BMPT untuk lokasi pembangunan kantor Camat Bathin Solapan. 

Bahkan LPPAN RI diam diam, sudah melaporkan dugaan mark up BMPT untuk lokasi pembangunan kantor Camat Bathin Solapan ke Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

"Kami sudah laporkan dugaan mark up BMPT lokasi pembangunan kantor Camat Bathin Solapan ke KPK, di Jakarta, pada 10 Juli 2019 lalu dengan Nomor agenda, 2019 07 000105", ujar Ketua LPPAN RI, A Mitholib kepada katakabar.com di Duri pad Rabu (13/11) sore kemarin.

Kata A Mutholib, dugaan mark up BMPT lokasi pembangunan kantor Camat Bathin Solapan, sebelumnya sudah lebih dulu dilaporkan secara resmi ke Polda Riau. 

LPPAN RI, melaporkan dugaan mark up BMPT punya dasar seperti, Dokumen Daftar Pengguna Anggaran (DPA), investigasi ke lokasi tanah untuk mengetahui harga pasaran tanah di sekitar kawasan lokasi tanah untuk pembangunan kantor Camat Bathin Solapan.

"Secara logika, BMPT lokasi kantor Camat itu tidak masuk akal sebab, posisi tanah tidak di pinggir atau bibir Jalan Lintas Duri -Dumai kilometer 14 Kulim tapi, posisinua di bagian belakang dekat lokasi bekas tanah galian brwopit PT Chevron", imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Pengguna Anggaran BMPT untuk lokasi pembangunan kantor Camat Bathin Solapan, mantan Camat Bathin Solapan saat ini, menjabat Camat Pinggir, Azuar SH pelit bicara.

Saat dikonfirmasi lewat WhatsApp kemarin, bagaimana kronologi sistim Balanja Modal Pengadaan Tanah kok bisa  semahal itu, mencapai Rp 10 Miliar.

Hingga diterbitkan berita ini, Mantan Camat Bathin Solapan, Azuar SH tidak menjawab. 

Seperti pernah di beritakan katakabar.com beberapa waktu lalu, dari data yang diperolah katakabar.com berupa, dokumen Daftar Pengguna Anggaran menyebutkan, bahwa Pejabat Pengelola Keuangan saat itu, bernama Aulia dan Pengguna Anggarannya, mantan Camat Bathin Solapan, Auzar SH.

 

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait