Mendikbud, Penting Konsep Bermain dan Belajar di Jenjang PAUD

Mendikbud, Penting Konsep Bermain dan Belajar di Jenjang PAUD

Jakarta, katakabar.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim mengatakan, kemitraan antara lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan orang tua dan masyarakat mesti terjalin denga baik untuk menerapkan pendidikan karakter bagi anak usia dini. 

"Pendidikan di lembaga PAUD mau pun orang tua mesti memahami konsep bermain dan belajar, agar tidak terjebak dengan target kemampuan membaca, menulis dan berhitung (Calistung) pada anak usia dini", ujar Nadiem Makarim di lansir dari Situs Resmi Kemendikbud.

Kata Mendikbud, esensial dari konsep pendidikan usia dini,  mengenalkan kepada anak-anak bagaimana belajar sambil bermain. 

“Apa itu konsep bermain dan belajar. Itu sebenarnya membentuk karakter anak usia dini. Bagaimana mereka berkolaborasi, cara menemukan kreativitas terus menjadi cinta sekolah dan cinta belajar. Penting itu tidak soal cepat berhitung, cepat menulis atau cepat membaca. Bukan! Itu bukan yang krusial”, tegas Nadiem.

Menurutnya, hal utama  mesti dicapai dalam pendidikan anak usia dini, kesenangan anak untuk berpartisipasi di dalam aktivitas-aktivitas sekolah. Contoh, bagaimana berinteraksi atau bermain bersama murid lain di sekolah dan bagaimana bersikap saat berhadapan dengan orang tua atau orang dewasa. 

"Kemampuan beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain menjadi hal penting bagi anak usia dini lantaran anak usia dini bakal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya, sekolah dasar (SD)".

Saat nanti murid PAUD pindah ke SD, di situ memulai pembelajaran baru yang sifatnya lebih kognitif dan akademis. Kalau pendidikan karakter dia atau behaviour atau perilaku dia belum disiplin, belum bisa beradaptasi dengan teman-teman di kelasnya mau pun berinteraksi dengan orang dewasa bakal kesulitan belajar. Jika sudah dibiasakan karakter itu sejak usia dini, belajar di sekolah jadi lebih mudah. Ini koneksi mesti disebarkan".

Soal pelajaran calistung pada anak usia dini, Mendikbud meminta semua pihak untuk memahami konsep atau filosofi bermain dan belajar di lembaga PAUD. Memang, tidak masalah jika ada anak usia dini yang sudah siap dan ingin belajar calistung. Jangan sampai hal itu menjadi fokus utama di lembaga-lembaga PAUD hanya  ingin mengejar kemampuan calistung anak sebelum masuk jenjang SD.

“Semua anak itu berbeda. Ada anak yang sudah siap dan ingin maju, ada pula anak yang belum siap".

Ditegaskan Mendikbud,  fokus pendidikan pada anak usia dini adalah pendidikan karakter. Kesuksesan pendidikan anak usia dini bisa terlihat, kalau anak sudah menunjukkan kemampuan diri dalam berinteraksi dengan teman, tumbuh kecintaannya terhadap buku, menyukai belajar, mengerti kedisiplinan, hingga puncaknya adalah kemampuan dalam berinteraksi dengan sesama. Contohnya, bagaimana anak menghormati orang tua, tidak mengganggu atau mem-bully teman-temannya.

“Kunci sebenarnya, bagaimana sifat sifat kita hidup sebagai manusia di dalam komunitas. Jika sudah benar, pas dia masuk SD hingga seumur hidupnya pasti bisa mengetahui potensinya".

Masih Mendikbud, hingga kini pengembangan pendidikan anak usia dini terus dilakukan berdasarkan kebutuhan dan tuntutan orang tua, keluarga dan masyarakat yang memerlukan perluasan akses dan peningkatan mutu layanan PAUD yang berkualitas. 

Itu sebbanya, sejak Tahun 2015 silam, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudaj mencanangkan Gerakan Nasional PAUD Berkualitas yang diluncurkan pada 19 Maret 2015.

Pemerintah dalam mewujudkan PAUD yang berkualitas, dengan memberlakukan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 60/2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD-HI), Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, Peraturan Presiden Nomor 59/2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan teranyar, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, mewajibkan PAUD Pra-Pendidikan Dasar bagi anak usia 5 dan 6 tahun sebagai salah satu layanan minimal pendidikan wajib disediakan Pemerintah Daerah mulai 1 Januari 2019.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait