Berjumpa, Sekjen Kemenag dan Kemenkes Koordinasi Persiapan Haji 2020

Berjumpa, Sekjen Kemenag dan Kemenkes Koordinasi Persiapan Haji 2020

Sekjen Kemenag dan Kemenkes Bertemu Koordinasi Penyelenggaraan Haji 2020 mendatang. Foto Ist.

Jakarta, katakabar.com - Bertempat di kantor Kemenag di Jalan Lapangan Banteng Barat 3 - 4 Jakarta. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, M Nur Kholis Setiawan menerima Sekjen Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi pada Senin (18/11) siang.

Dua Sekjen itu bertemu, guna melakukan koordinasi dan mengidentifikasi sejumlah persoalan soal persiapan penyelenggaraan haji 2020 mendatang. 

Di lansir dari Situs Resmi Kemenag, turut serta mendampingi Sekjen Kemenag, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ramadhan Harisman.

Sekjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan mengatakan, soal identifikasi seputar penyelenggaraan haji. Kemenag lewat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, sudah membentuk tim untuk duduk bersama dengan tim dari Kemenkes melakukan identifikasi.

Cara identifikasinya, membuat Tiga kotak (cluster), kotak pertama, programnya harus ada untuk persiapan haji 2020, baik di Kemenkes dan Kemenag sama-sama dan punya tanggung jawab masing-masing

Kotak Dua, sifatnya dekonstruksi, bisa jadi ada di Kemenag dan ada pula di Kemenkes. Barangkali dari sisi koordinasi kurang bagus sehingga perlu peningkatan koordinasi.

Kotak Tiga, mengidentifikasi hal-hal yang kira-kira tidak diperlukan. Selama ini, pertemuan koordinasi antara Kemenag dan Kemenkes difasilitasi Kemenko PMK.

Tapi,  kita berinisiatif bertemu langsung biar dapat mengidentifikasi persoalan  yang mesti dilanjutkan, diperbaiki dan yang tidak perlu diadakan. Tiga kota ini menjadi dasar evaluasi, ujarnya.

Kata Sekjen Kemenag, evaluasi yang dilakukan beragam, bisa dari sisi anggaran haji yang ada di Dua kementerian. 

"Gimana APBN bisa lebih efisien sebab, tanggung jawab untuk ibadah haji ada di jemaah. Sementara UU No.8 Tahun 2019, APBN cukup jelas untuk membiayai petugas".

Intinya, Kemenag dan Kemenkes bersepaham untuk terus melakukan perbaikan, diawali dengan identifikasi masing-masing program dan kegiatan. Hal ini untuk mengantisipasi ada pihak yang mempersepsikan ada tumpang tindih antara tugas-tugas pelayanan terhadap calon jemaah haji di masa mendatang, sebutnya.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait