Oleh Oleh Dari Korea Selatan

Kata Menperin RI LG Chemical dan SK Group Minat Investasi di Indinesia

Kata Menperin RI LG Chemical dan SK Group Minat Investasi di Indinesia

Pulang melawat dari Korsel, Menperin RI bawa oleh oleh investasi Dua perusahaan Top Negeri Ginseng berminat lebarkan sayap usaha di Indonesia. Foto Ist.

Jakarta, katakabar.com - Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Korea Selatan punya sejumlah korporasi yang sudah berperan dalam rantai pasok global. Ini alasan mendasar terus mendorong peningkatan investasi dari Korea Selatan, terutama di sektor industri yang menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia dan untuk memperdalam struktur industri di dalam negeri.

“Salah satu perusahaan dari Korsel, LG Chemical berminat untuk berinvestasi membangun pabrik baterai terintegrasi di Indonesia meliputi, pabrik baterai sel, baterai modul hingga fasilitas daur ulang baterai", ujar Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, lewat siaran pers di lansir dari Situs Resmi Kemenperin, kemarin.

Tiga hari lalu, Menperin bersama jajaran melakukan one on one meeting dengan direksi LG Chemical. Dari hasil pertemuan, LG Chemical berkomitmen menanamkan investasinya senilai USD 2,3 Miliar.

“LG mau melebarkan sayap investasi di ASEAN. Indonesia salah satu yang menjadi fokus", katanya.

LG Chemical lanjut Menperin, sudah melakukan kajian-kajian awal agar investasinya di Indonesia dapat sukses dan sesuai rencana. Korporasi raksasa asal Negeri Ginseng punya keinginan untuk melakukan studi terkait penggunaan baterai listrik pada sepeda motor dalam mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

“LG berniat untuk melakukan penelitian dan mendukung studi, melakukan kajian-kajian untuk kendaraan terutama sepeda motor listrik", tegasnya lagi.

Keinginan itu sangat bagus, rencana LG di sambut baik dan menyarankan untuk memilih Surabaya, Jawa Timur sebagai wilayah yang bakal diuji coba dengan penggunakan motor berbaterai besutan LG Chemical.

“Surabaya sangat ingin untuk mendukung lingkungan yang sehat. Ini merupakan satu kesatuan yang diharapkan sesuai dengan harapan LG dan Indonesia sama-sama saling menguntungkan".

Soal substitusi produk impor, sudah melakukan penjajajakan peluanga investasi sektor industri dari perusahaan-perusahan top di Korsel yang belum punya kegiatan produksi. Salah satu yang telah dijajaki, SK Group.

“SK Group sangat antusias berinvestasi di Tanah Air, di sektor industri. Mereka bakal mengirimkan Timnya untuk fokus menentukan industri mana yang pilih dan mencari mitra di dalam negeri untuk bekerja sama membangun industri", jelasnya.

Untuk itu, kepada SK Group bisa mengembangkan industri petrokimia di Indonesia Tanah Air. Tujuannya, agar menekan impor produk petrokimia yang dibutuhkan untuk bahan baku industri di dalam negeri. Kedatangan mereka ke Indonesia, mempelajari kemungkinan untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

"SK Group bergerak pada Tiga kelompok bisnis meliputi, energi dan kimia 45 persen, komunikasi dan teknologi informasi (ICT) dan semi konduktor 37 persen serta jasa dan logistik 18 persen".

Investasi sektor petrokimia sebagai upaya mensubstitusi produk impor untuk kebutuhan dalam negeri. Hampir 6 Juta Ton kebutuhan bahan baku petrokimia di serap pasar dalam negeri dengan pasokan produksi dari domestik cuma sanggup penuhi 2 Juta Ton, tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait