Sarana Pengadaan Barang dan Jasa

Kemendikbud RI, Dorong Sekolah Maksimalkan dan Optimalkan SIPLah

Kemendikbud RI, Dorong Sekolah Maksimalkan dan Optimalkan SIPLah

SIPLah, Sarana Pengadaan Barang dan Jasa Sekolah dimaksimalkan. Foto Ist.

Jakarta, katakabar.com - Guna penyederhanaan proses pengadaan barang dan jasa sekolah lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dorong sekolah memaksimalkan penggunaan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) sebagai sarana Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). 

Platform SIPLah merupakan sistem elektronik yang menggandeng penyedia pasar daring (e-market place) sehingga dapat mempermudah proses PBJ oleh sekolah.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana mengatakan, SIPLah ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah dalam mewujudkan tata kelola keuangan pendidikan yang transparan dan akuntabel. 

“Kehadiran SIPLah dapat menjadi solusi untuk peningkatan tata kelola sekolah. SIPLah bermanfaat dalam tata kelola keuangan. Dokumentasi elektronik setiap transaksi jumlah dan jenis serta semua dikelola dengan baik", ujarnya lewat siaran pers di kutip dari Situs Resmi Kemdikbud di Jakarta Dua hari lalu.

SIPLah kata Erlangga, sedikitnya terdapat Tiga tujuan yang dapat dicapai meliputi, penguatan tata kelola keuangan sekolah yang baik sehingga keberadaan data transaksi menjadikan proses pengendalian dan pemantauan lebih mudah dan dapat meminimalisasi modus pengadaan fiktif, efisiensi anggaran dengan tingkat harga keseluruhan lebih rendah dan opsi penyedia yang lebih banyak dan beragam sehingga setiap sekolah memiliki lebih banyak alternatif untuk pelaksanan belanja dan membuka kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah terutama toko-toko yang berada di sekitar sekolah.

Manfaat lainnya dari platform SIPlah ini, bisa membantu para pelaku UMKM yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Para pelaku UMKM yang menyediakan fasilitas penunjang sekolah bisa dengan mudah mendaftarkan diri untuk dapat memanfaatkan platform SIPlah untuk memajukan usahanya. 

"Caranya mudah tinggal daftar di Siplah, Kemendikbud.go.id. pelaku UMKM dan perekonomian di sekitar sekolah itu bisa hidup", katanya.

Menurutnya, untuk menunjang kemudahan akses, Kemendikbud telah menggandeng enam marketplace, Blibli.com, Pesona Edu, Eurekabookhouse, Inti, Toko ladang dan Siplah Belanja. 

Sejak diluncurkan di bulan Juni 2019 lalu, kinerja SIPLah terlihat cukup baik dengan nilai transaksi mencapai Rp1,3 Triliun. Platform SIPLah sudah dipakai 13 ribu sekolah dengan melibatkan 107 ribu UMKM yang tersebar di enam marketplace.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal terkait penggunaan SIPLah, Kemendikbud bakal terus melakukan penguatan Dua hal, kapasitas layanan SIPLah dan penguatan regulasi untuk pelaksanaannya. 

“Tahun ini, target bisa mencapai 34 ribu sekolah. Tapi  dilakukan secara bertahap. Kalau sosialisasi sudah gencar. Untuk target berikutnya semua sekolah 100 persen sudah bisa dijangkau", tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait