Cerita Perempuan Muslim Bela Keluarga Yahudi yang Dihina di Kereta London

redaksi
Cerita Perempuan Muslim Bela Keluarga Yahudi yang Dihina di Kereta London

Perempuan Muslim bela keluarga Yahudi dari hinaan anti-Semit di London. ©2019/Twitter

Pekanbaru, katakabar.com - Seorang perempuan Muslim disebut sangat berani setelah menghadapi seorang pria yang meneriakkan hinaan anti-Semit kepada keluarga Yahudi dalam sebuah kereta di London pada Jumat lalu.

Perempuan tersebut, menggunakan jilbab, dipuji banyak orang setelah sebuah video insiden tersebut beredar di media sosial. Rekaman video itu memperlihatkan seorang pria menghadap seorang anak laki-laki dan ayahnya sembari membaca dengan keras bagian anti-Yahudi dalam Alkitab.

Seorang penumpang awalnya mencoba menghadapi pria tersebut, namun pria itu mengeluarkan ancaman. Perempuan Muslim itu kemudian maju dan meminta pria itu berhenti menghina dan memperhatikan anak kecil di hadapannya.

Chris Atkin, yang merekam dan mengunggah video itu di Twitter menyebut perempuan itu sangat berani.

"Saya tinggal di London selama 20 tahun dan Anda sudah terbiasa dengan orang-orang yang mengomel di Tube (kereta bawah tanah) - hanya setelah satu menit saya menyadari, 'bertahanlah ini benar-benar anti-Semit'," kata pria berusia 43 tahun itu kepada kantor berita PA, seperti dilansir dari laman Alaraby, Rabu (27/11).

Atkins mengatakan ayah dan anak Yahudi itu duduk dengan seorang perempuan dan anak kecil lainnya, yang tak tersorot kamera saat insiden tersebut terjadi.

"Di saat ini dan era ini kita diceritakan betapa intolerannya setiap orang dan semua agama saling membenci satu sama lain dan di situ ada perempuan Muslim membela anak Yahudi," ujarnya.

Banyak orang yang menonton video itu memuji perempuan Muslim tersebut.

"Perempuan itu adalah perempuan spesial," kata penyiar Suzi Perry di Twitter.

"Seorang perempuan Muslim membela seorang ayah dan anak Yahudi memberikanku harapan baru bagi masa depan negara kita yang indah ini," kata pengguna Twitter yang lain.

Kepolisian Inggris mengatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.

"Kami mengetahui ada video yang beredar di Twitter yang menunjukkan penumpang dilecehkan dan menjadi sasaran pelecehan anti-Semit di kereta Northern Line," kata kepolisian dalam sebuah pernyataan.

"Penyelidikan sedang diajukan sehubungan dengan rekaman ini."

Pertemuan Perempuan Muslim dan Keluarga Yahudi

https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2019/11/27/1129236/paging/540x270/pertemuan-perempuan-muslim-dan-keluarga-yahudi-rev1.jpg

Perempuan Muslim yang bernama Asma Shuweikh itu mengungkapkan keluarga Yahudi yang dia bela itu menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepadanya. Dia bertemu ayah anak tersebut di Manchester dimana dia diberi bunga dan menyampaikan terima kasih secara personal karena membelanya dan anaknya dari pelecehan rasial.

"Dia datang dan memberikanku bunga yang cantik dan kami duduk sambil ngopi dan kami ngobrol pengalaman dan latar belakang kami," kata Shuweikh kepada Jewish News, Senin (25/11), dilansir dari Alaraby, Rabu (27/11).

"Pertemuan itu sangat seru. Sangat indah. Kami akan tetap saling berkabar," imbuhnya.

Shuweikh menambahkan dia awalnya pernah menjadi target pelecehan Islamofobia, termasuk insiden ketika pengendara mobil melempar permen jelly ke wajahnya dan menyumpahinya saat dia sedang mengendara.

"Kami mengalami hal-hal seperti ini. Ini tak bisa diterima, dan saya jenis orang yang jika melihat hal itu, saya tak bisa tinggal diam," jelasnya.

"Agamaku yang mendorongku melakukan ini. Kami selalu dianjurkan berbicara melawan ketidakadilan," imbuhnya

Shuweikh banyak dicari di media sosial setelah videonya viral. Dia kemudian membuat akun Twitter untuk melihat respons atas aksinya. Dia mengatakan responsnya sangat luar biasa dan datang dari orang-orang asing baik dari kalangan masyarakat Muslim maupun Yahudi.

Pria pelaku penghinaan anti-Yahudi, yang tetap tidak disebutkan namanya, ditangkap di Birmingham pada Sabtu malam dengan tuduhan melakukan pelanggaran ketertiban umum, menurut laporan media.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait